Breaking News:

Musisi Afganistan Protes Larangan Perempuan Muda Menyanyi

Musisi Afganistan melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah melarang perempuan muda di negara itu bernyanyi.

Editor: Vito
KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANG
ilustrasi menyanyi - Katy Perry 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Musisi Afganistan melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah melarang perempuan muda di negara itu bernyanyi.

"Musik adalah bagian besar dari budaya Afghanistan. Jika pelarangan berlanjut dan para perempuan muda dilarang bernyanyi, maka kami akan kehilangan bagian dari budaya Afghanistan," kata pianis konser Maram Atayee.

Remaja berusia 18 tahun dari Kabul itu adalah anggota orkestra Zohra yang semuanya perempuan. Ia kini belajar di Institut Musik Nasional Afghanistan.

Seperti banyak anak muda Afghanistan, Maram khawatir dengan arahan kementerian pendidikan yang melarang perempuan berusia di atas 12 tahun bernyanyi di depan umum ketika ada laki-laki.

"Hari ini mereka melarang perempuan muda menyanyi. Jika kami tidak melawan, mereka akan melarang musik sepenuhnya," katanya, kepada BBC.

Maram mengaku, menemukan penghiburan dalam musik ketika dia merasa kesepian setelah pindah ke Kabul. Ketakutannya bukan tanpa alasan. Larangan tersebut membawa kembali kenangan menyakitkan semasa kekuasaan Taliban antara 1996-2001.

Para militan percaya pada bentuk Islam yang keras, yang melihat bahwa musik tidak sesuai dengan keyakinan mereka, dan mereka sama sekali melarangnya.

"Itu sangat mengejutkan dan menyedihkan. Saya tidak menyangka orang akan melakukan ini di 2021," ujarnya.

Pendiri Institut Musik Nasional Afghanistan pada 2010, Dr Ahmad Sarmast, gelisah dengan persoalan pelarangan perempuan muda menyanyi itu.

"Ini tidak masuk akal. Bahkan jika ada keluhan dari beberapa orangtua, itu tidak bisa menjadi alasan untuk membungkam semua perempuan muda Afghanistan," katanya kepada BBC.

Kementerian Pendidikan mengatakan, mengambil keputusan itu setelah menerima keluhan dari orangtua, yang menyebut pendidikan anak perempuan mereka terganggu oleh kegiatan bermusik yang diikuti.

Menyusul protes terhadap aturan itu, kementerian pendidikan Afghanistan mengklarifikasi pada Kamis (11/3), yang menyatakan anak-anak sekolah dasar dapat berpartisipasi dalam kegiatan bernyanyi jika mendapat izin dari keluarganya.

Pemerintah mengungkapkan, mereka yang melanggar arahan ini akan ditangani sesuai dengan aturan hukum, tetapi tidak menyebutkan tindakan hukuman apa pun. (bbc)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved