Breaking News:

Berita Pemalang

Atik Masih Bertahan di Tengah Sepinya Pengunjung Objek Wisata Kampoeng Pajetan Pemalang

Atik seorang wanita paruh baya duduk termenung menunggu pelanggan di warungnya. 

Tribun Jateng/Budi Susanto
Sejumlah lapak pedagang di objek wisata Kampoeng Pajetan, di Desa Jatiroyom, Kecamatan Bodeh, Pemalang, nampak ditinggalkan pedagang, Senin (15/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Atik seorang wanita paruh baya duduk termenung menunggu pelanggan di warungnya.

Sejumlah lapak pedagang di objek wisata Kampoeng Pajetan, di Desa Jatiroyom, Kecamatan Bodeh, Pemalang, nampak ditinggalkan pedagang, Senin (15/3/2021).
Sejumlah lapak pedagang di objek wisata Kampoeng Pajetan, di Desa Jatiroyom, Kecamatan Bodeh, Pemalang, nampak ditinggalkan pedagang, Senin (15/3/2021). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

Meski lokasi warung miliknya ada di dalam objek wisata Kampoeng Pajetan, Desa Jatiroyom, Kecamatan Bodeh, Pemalang, namun tak terlihat satupun pelanggan.   

Puluhan lapak yang ada di sekitar warung Atik juga terlihat kosong tanpa ada pedagang yang siaga. 

Kondisi tersebut membuat Atik mengeluh, lantaran pendapatannya turun drastis karena sepinya obyek wisata. 

"Dulu waktu ramai dapat Rp 1 juta sehari saja mudah, apa lagi akhir pekan. Tapi sekarang Rp 100 ribu saja mati-matian," keluhnya, Senin (15/3/2021).

Dijelaskan Atik, objek wisata Kampoeng Pajetan yang ada di bantaran Sungai Layang belum ada satu tahun berdiri. 

"Lebaran tahun lalu obyek wisata ini di dirikan, tapi hanya ramai beberapa bulan. Memang waktu ramai pendapat banyak, bahkan parkir saja sampai Rp 4 juta setiap akhir pekan, tapi sekarang ya seperti ini sangat sepi," paparnya. 

Atik menerangkan, musim hujan menjadi penyebab sepinya obyek wisata Kampoeng Pajetan, lantaran sungai yang ada di samping objek wisata sering meluap. 

"Padahal setiap hari hujan, dan tak jarang sungai meluap. Mungkin karena hal itu tidak ada pengunjung. Hari ini saja hanya saya yang buka, kalau akhir pekan hanya ada tiga pedagang. Padahak di sini ada 20 an pedagang," jelasnya. 

Wanita yang sudah berdagang sejak obyek wisata Kampoeng Pajetan buka itu mengatakan, fasilitas di objek wisata tersebut juga kurang penataan. 

"Jalannya juga masih becek kalau hujan, ada wacana dari pemerintah menata tapi tidak tahu kapan direalisasikan," imbuhnya. 

Ditambahkannya, pedagang yang masih buka sangat berharap adanya penataan destinasi wisata tersebut.

"Yang di dalam obyek wisata sangat sepi, tapi warung diluar objek wisata ini masih lumayan, beberapa pengguna jalan masih mampir. Harapan kami ada penataan agar banyak wisatawan masuk," tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved