Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pemalang

Bupati Agung Turun Tangan Atasi Polemik Akses Jalan di Desa Widodaren Pemalang 

Bupati Pemalang turun tangan atasi polemik antarkeluarga yang terjadi di Desa Widodaren, Petarukan.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo saat mendatangi Desa Widodaren Kecamatan Petarukan, Pemalang, Senin (15/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo turun tangan atasi polemik antarkeluarga yan

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo saat mendatangi Desa Widodaren Kecamatan Petarukan, Pemalang, Senin (15/3/2021).
Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo saat mendatangi Desa Widodaren Kecamatan Petarukan, Pemalang, Senin (15/3/2021). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

g terjadi di Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan.

Bahkan ia mendatangi kediaman Sukendro dan Suharto yang sempat bersitegang lantaran permasalahan akses jalan.

Dalam kunjungannya, Bupati Agung menuturkan, sudah mempertemukan kedua belah pihak.

"Saya juga mendengar tuntutan dari dua pihak, semoga saja ada titik temu dan solusi dari permasalahan ini," paparnya, Senin (15/3/2021).

Dituturkannya, Pemkab siap membantu guna mencarikan win win solution untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. 

"Harapan kami masalah tersebut segera terselesaikan, misal pun di minta melakukan kroscek ijin akan kami fasilitasi, intinya permasalahan tersebut bisa selesai dengan demai," katanya.

Adapun beberapa waktu lalu, kedua keluarga tersebut telah dipertemukan di Polsek Petarukan. Mereka melakukan mediasi untuk mencari titik temu terkait kabar penutupan kases jalan.

Dalam audensi, keluarga Sukendro keberatan atas keterangan keluarga Suharto ke media.  Di mana keluarga Sukendro dianggap melakukan penutupan jalan lantaran kalah Pilkades, dengan mendirikan bangunan. 

Hal itu menimbulkan protes keras, karena keluarga Sukendro merasa mendirikan bangunan di tanah bersetifikat dan mengurus IMB saat mendirikan bangunan.

Kapolsek Petarukan, AKP Heru Irawan yang menengahi juga sempat meninjau lokasi, ia mengatakan tiga rumah tersebut tak terisolir. 

"Masih ada akses jalan yang bisa dilalui sepeda motor, namun untuk roda empat tidak bisa," katanya beberapa waktu lalu. 

AKP Heru juga menjelaskan, permintaan maaf yang menjadi satu di antara tuntutan dari keluarga Sukendro sudah dipenuhi. 

"Namun terkait harga tanah yang ditawarkan belum ada titik temu. Karena pihak Sukendro mematok Rp 150 juta untuk tanah sepanjang 25 meter xengan lebar 1 meter, beserta bangunannya, penawaran dari keluarga Suharto Rp 16 juta, jadi belum ada titik temunya," ucapnya. 

Sabtu (13/3) lalu, keluarga Suharto sudah menyampaikan maaf, dan ingin menjalin silaturahmi secara baik dengan keluarga Sukendro. 

Sementara itu, Sukendro juga menyampaikan, keluarganya telah memaafkan, dan berniat membahas permasalahan secara kekeluargaan, namun untuk harga tanah masih menunggu berkumpulnya keluarga besarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved