Breaking News:

Ngopi Pagi

FOKUS: Apa Kabar Palestina

AKHIR-AKHIR ini intensitas penyebutan kata Palestina semakin tidak sering, sekalipun di bulan Rajab. Padahal tiga atau lima tahun lalu nama negeri tua

tribunjateng/bram
Iswidodo wartawan Tribunjateng.com 

Ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, Iswidodo

AKHIR-AKHIR ini intensitas penyebutan kata Palestina semakin tidak sering, sekalipun di bulan Rajab. Padahal tiga atau lima tahun lalu nama negeri tua di Timur Tengah itu sering muncul di media massa. Bulan Rajab atau tepatnya tanggal 27 Rajab diperingati sebagai Hari Raya Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, sebagai hari libur nasional.

Umat Muslim percaya bahwa peristiwa Isra Mi'raj, yakni Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW pada satu malam, dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Palestina atau Yerusalem, dan dari Masjidil Aqsha naik ke langit tingkat tujuh, Sidratul Muntaha untuk menerima wahyu Shalat Lima Waktu, kemudian turun lagi ke dunia. Peristiwa tersebut terjadi hanya dalam satu malam. Semua atas kuasa Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Palestina, sudah ada sejak zaman sebelum masehi. Demikian juga Israel atau Bani Israil telah lama ada sebelum adanya kalender Al Masih. Zaman dulu, Nabi Ibrahim memiliki dua istri. Kemudian mendirikan rumah bagi Siti Hajar dan Ismail putranya di Mekah. Sedangkan Siti Sarah dan Ishaq putranya menetap di Kanaan, atau Palestina. Kemudian Ishaq menurunkan Nabi Ya'kub. Anak keturunan dari Nabi Ya’kub itulah yang disebut sebagai Bani Israel. Sedangkan Nabi Ismail, menurunkan Nabi Muhammad SAW.

Sejarah nabi-nabi banyak memerintah atau berdomisili di Palestina. Antara lain Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Daud dilanjutkan Nabi Sulaiman putranya. Zaman Nabi Sulaiman, mendirikan Istana Sulaiman dekat lokasi Masjidil Aqsha, sekitar dome of rock. Zaman Khalifah Umar bin Khatab berhasil merebut wilayah Palestina dari Romawi. Tahun 1917 Inggris datang menyerang dan menguasai Palestina. Ziones Israel mulai tumbuh dan membesar saat negeri Palestina dikuasai Inggris.

Umat muslim punya tiga tempat suci yaitu Masjidil Haram (Mekkah), Masjid Nabawi (Madinah) dan Masjidil Aqsha (Palestina). Masjid utama di Al Aqsa bernama Al-Jami' al-Aqsha. Kubah emas yang terkenal itu menunjukkan kompleks Al Aqsha.

Kubah besar pada Masjid Al Sakhra (Dome of the Rock) itu disebut sebagai kubah pertama dalam arsitektur Islam. Dulu berbahan kayu, kemudian direnovasi dihiasi potongan marmer dan lapisan emas oleh Sulaiman, Sultan Kesultanan Turki Utsmaniyah ke 10.

Perkembangan terbaru di tahun 2020 hingga 2021 ini, negara-negara Islam di Timur Tengah tampak kurang greget membantu perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina dari cengkeraman Zionis Israel.

Negara-negara yang dulu berperang melawan Israel, kini mulai menjalin kerjasama dengan Zionis Israel. Antara lain Maroko, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Sudan. Jauh sebelumnya, Mesir dan Yordania sudah jalin kerjasama dengan Israel. Meski mereka kerjasama dengan Israel, di sisi lain masih membantu perjuangan bangsa Palestina.

Umumnya, negeri di Timur Tengah bersedia kerjasama dengan Israel punya alasan utama, melindungi dari "pengaruh" Syiah Iran. Sedangkan Indonesia, kebijakan luar negeri, hingga kini masih jelas dan tegas, mendukung kemerdekaan Palestina. Indonesia terus berkomitmen untuk menciptakan perdamaian di kawasan itu. (*)

Penulis: iswidodo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved