Jokowi akan Bangun Kembali Hambalang, Targetkan jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
Zainudin Amali menyatakan bangunan mangkrak di Hambalang, Kabupaten Bogor,itu akan digunakan menjadi tempat latihan bagi atlet-atlet andalan Indonesia
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Selain membahas penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, rapat terbatas (Ratas) bersama antara Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan Menpora Zainudin Amali di Istana Negara pada Senin (15/3) kemarin juga membicarakan agenda tentang grand design olahraga nasional. Isinya antara lain adalah rencana pemerintah membangkitkan kembali proyek mega kompleks olahraga Hambalang yang hingga kini terbengkalai.
Zainudin Amali menyatakan bangunan mangkrak di Hambalang, Kabupaten Bogor, itu akan digunakan menjadi tempat latihan bagi atlet-atlet andalan Indonesia. "Kita sedang mempertimbangkan untuk melihat Hambalang menjadi tempat untuk sentra atlet senior dan atlet elite kita yang sudah siap bertanding," kata Zainudin.
Selain Hambalang, pemerintah juga akan membangun tempat pemusatan latihan terpadu di berbagai daerah yang akan membina atlet-atlet junior guna mendukung keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang kini sudah berdiri di Cibubur. Pembangunan tersebut tidak lepas dari target pembinaan prestasi olahraga nasional.
”Kami akan buat 10 sentra pemusatan latihan di beberapa daerah, dan yang paling mendasar adalah talenta ketika di sekolah dasar. Sentra ini akan berisi anak-anak SMP, SMA," kata Zainudin. "Tentu ini rangkaian panjang sebab untuk sebuah prestasi, menurut para pakar minimal dibutuhkan waktu 10 tahun atau kira-kira 10 ribu jam untuk bisa menuju prestasi," tambahnya.
Sebelumnya proyek Hambalang yang sudah dimulai pada tahun 2010 itu dihentikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaran ditemukannya dugaan korupsi dalam pembangunan. Pembangunan megaproyek senilai lebih dari Rp2 triliun di masa Menpora Andi Alfian Mallarangeng itu juga melanggar izin mendirikan bangunan (IMB).
Pada pertengahan tahun lalu Zainudin menyatakan sudah mendapat restu penggunaan lahan di Hambalang sebagai lokasi pelatnas berbagai cabang olahraga. KPK juga sudah memberi lampu hijau untuk kelanjutan pembangunan proyek Hambalang.
Terkait grand design olahraga nasional, Menpora akan bekerja sama bersama para stakeholder, di antaranya KONI, KOI, perguruan tinggi para akademisi, dan praktisi olahraga. "Kami lakukan selama beberapa waktu dan setelah itu kami juga mendatangi kota dan perguruan tinggi untuk uji publik desain olahraga nasional, sehingga dapat masukan dari para praktisi dan akademisi stakeholder olahraga. Saya diberi kesempatan untuk memaparkan di hadapan presiden," kata Zainudin.
Isi grand design ini juga mendapatkan beberapa masukan dari para menteri yang mengikuti ratas. "Intinya, desain ini diterima dengan ada tambahan. Ada masukan beberapa menteri yang hadir dan akan kami jadikan bahan untuk melengkapi," ucap Zainudin. "Jadi, desain besar ini berasal dari hulu ke hilir dari sejak kebugaran masyarakat yang jadi sumber talenta atlet nasional."
Zainudin mengungkapkan bahwa dalam grand design itu juga telah dicanangkan target-target keolahragaan nasional. "Kita rencanakan desain ini sampai 2045, tapi ada yang kita buat target-target 2024, 2028, dan 2032 itu akan dilakukan di Prancis, Paris, di Tokyo, dan 2028 di LA dan 2032 kita jadi tuan rumah Olimpiade," ucap Zainudin Amali.
Pada Olimpiade 2032 misalnya, Zainudin menyebut Indonesia tidak hanya ingin menjadi tuan rumah, tetapi juga ingin berprestasi pada kejuaraan tersebut. "Maka di grand design ini, pada 2032 kita ada di 10 besar baik untuk olimpiade dan paralimpiade. Itu juga pada ranking yang tidak jauh. Ini butuh dukungan infrastruktur dan pendanaan dari BUMN, perusahaan swasta, dan dukungan daerah," ucap Zainudin.(tribun network/fik/dod)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/proyek-hambalang_20160319_103440.jpg)