Breaking News:

Polisi Spanyol Amankan Kapal Selam Khusus untuk Angkut Narkoba

Polisi Spanyol berhasil menyita kapal selam yang dibangun bandar narkoba, dengan kemampu mengangkut 2 ton obat-obatan terlarang.

Editor: Vito
Kompas.com
Kepolisian Nasional Spanyol pada Jumat (12/3), merilis kapal selam semisubmersible buatan sendiri, di Malaga, Spanyol. Kapal selam itu mampu membawa narkoba hingga 2,2 ton kargo. (POLICE NACIONAL via AP PHOTO) 

TRIBUNJATENG.COM, MADRID - Polisi Spanyol berhasil menyita kapal selam yang dibangun bandar narkoba, dengan kemampu mengangkut 2 ton obat-obatan terlarang.

Pengumuman penyitaan kapal selam dengan panjang 9 meter dan lebar 3 meter itu dilakukan pada Sabtu (13/3).

Melansir Associated Press, kapal tersebut tengah dibangun di Malaga, sebuah kota pesisir di wilayah selatan Spanyol.

Kapal itu berhasil ditemukan dalam operasi pemberantasan narkoba internasional yang melibatkan lima negara lain dan badan kejahatan Interpol Uni Eropa.

Kapal semisubmersible itu terbuat dari fiberglass dengan panel kayu lapis yang dipasang pada rangka struktural. Kapal selam itu memiliki tiga lubang intip. Kapal selam itu dibekali dua mesin dengan daya 200 tenaga kuda yang dioperasikan dari dalam.

Kepala Kepolisian Spanyol, Rafael Perez mengatakan, kapal itu belum pernah digunakan untuk berlayar.

"Kami pikir kapal itu akan dibawa ke laut lepas untuk bertemu dengan kapal lain (untuk) mengambil obat-obatan terlarang, sebelum akhirnya kembali ke Spanyol," katanya, kepada wartawan.

Dia menambahkan, struktur kapal selam tersebut menyerupai gunung es. Bagian kecil kapal selam itu yang muncul di permukaan hanya terlihat oleh kapal lain atau dengan helikopter.

“Dalam praktiknya, hampir semua bagian dari kapal selam berada di bawah air kecuali bagian kecil di atas,” imbuhnya.

Adapun, operasi pemberantasan narkoba itu telah menjaring ratusan kilogram kokain, hashish, dan ganja di berbagai tempat di Spanyol. Sebanyak 52 orang telah ditangkap dalam operasi tersebut.

Polisi Spanyol mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Kepolisian Kolombia, Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Portugal juga terlibat dalam operasi tersebut. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved