Pendidikan
Teliti Hasil Pemanfaatan Aplikasi Layanan Konseling, Tri Leksono Raih Gelar Doktor
Universitas Ivet (Unisvet) Semarang menambah dosen bergelar doktor. Dr. Tri Leksono Prihandoko. Ia menjadi lulusan doktor ke-591 Unnes.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: moh anhar
Penulis: M Zaenal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Ivet (Unisvet) Semarang menambah dosen bergelar doktor. Penambahan doktor sebagai wujud bawa Unisvet benar-benar ingin memajukan mutu pendidikan perguruann tinggi yang ada di lingkungan kampus Unisvet.
Doktor terbaru di Unisvet yaitu dosen dari Program Studi Bimbingan dan Konseling yang sekaligus juga sebagai Wakil Rektor III Unisvet, Dr. Tri Leksono Prihandoko. Ia menjadi lulusan doktor ke-591 Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan IPK 3,77.
Dalam disertasinya, Tri Leksono mengangkat judul ''Pengembangan Model Layanan Konseling Berbantuan Aplikasi Gokons untuk Meningkatkan Self-Esteem Siswa di SMP Kota Semarang''. Bahkan, dari disertasinya itu, Tri Leksono telah menghasilkan aplikasi GoKons.
Tri Leksono memaparkan, aplikasi Gokons ini bisa membantu guru BK atau konselor dan juga murid terhadap masalah self-esteem di beberapa sekolah, khususnya SMP di Kota Semarang.
Sebab, cukup banyak siswa yang mengalami masalah kecemasan dalam bersosialisasi, ketahanan diri, hingga susah membuat keputusasan. Kondisi tersebut berdampak pada harga diri anak.
"Tujuan penelitian yang saya lakukan selain menemukan cara meningkatkan self-esteem pada siswa, juga ingin menghasilkan model layanan konseling yang berbantuan aplikasi Gokons. Lalu juga menguji dan menganalisa pelaksanaan konseling berbantuan Gokons tersebut,'' kata Tri Leksono, dalam keterangannya, Senin (15/3).
Dari penelitiannya, ia menyebut, ada manfaat teoritis yakni memberikan sumbangan pemikiran dan masukan dalam pengembangan model aplikasi khususnya konseling, terutama berkaitan dengan pemanfaatkan teknologi informasi dan layanan konseling.
"Adapun untuk manfaat praktisnya ditujukan bagi guru bimbingan konseling dan peneliti,'' tambah adik Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi ini.
Tri Leksono mengungkapkan, aplikasi Gokons bisa diakses melalui web dan mobile. Aplikasi ini memberi fasilitas guru BK atau konselor untuk berinteraksi dengan murid secara daring.
''Hasil produk ini sudah kami catatkan dalam HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual). Hal ini supaya pengembangannya lebih luas dan sesuai kebutuhan yang ada di lapangan,'' tandasnya.
Gelar doktor diperolehnya usai berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji yang diketuai Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman dan sekretaris Prof Agus Nuryatin.
Kemudian anggota penguji yakni, Prof M Jafar, Prof Sugiyo Pranoto, dan Prof Ida Zulaeha. Sebagai promotor yaitu Prof Mungin Eddy Wibowo, kopromotor Prof ret nat Wahyu Hardyanto, dan anggota promotor Dr Edy Purwanto.
Ujian ini juga dihadiri Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Rektor Unisvet Prof Rustono, Ketua Umum PB ABKIN Prof Moh Farozin, dan Ketua Paguyuban WR III LLDikti 6 Jateng Dr Kusni Ingsih.
Rektor Unisvet Semarang, Prof Rustono menyampaikan, dengan diraihnya gelar doktor oleh Tri Leksono, maka jumlah dosen bergelar doktor yang dimiliki Unisvet semakin bertambah. Saat ini masih ada beberapa dosen lagi yang menyelesaikan studi doktoralnya.
"Dengan demikian Universitas Ivet sudah memiliki 16 dosen bergelar doktor dan akan bertambah lagi dalam waktu dekat ini. Harapannya dosen dosen yang lain bisa termotivasi agar ikut melanjutkan studinya untuk bisa mendapatkan gelar doktor hingga bisa menjadi guru besar (Profesor)," harapnya. (nal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/foto-bersama-keluarga-setelah-ujian.jpg)