Breaking News:

DPR Beri Sinyal Tolak Rencana Holding BUMN Ultra Mikro

Komisi XI DPR belum memberikan persetujuan terkait dengan rencana penggabungan ketiga BUMN, yakni Pegadaian, PNM, dan BRI.

GOOGLE
Ilustrasi kredit 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi XI DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) pada Selasa (16/3).

Rapat itu berlangsung secara tertutup dengan agenda membahas pembentukan Holding Ultra Mikro.

Anggota Komisi XI DPR, Kamrussamad mengatakan, dalam rapat kali ini komisinya belum memberikan persetujuan terkait dengan rencana penggabungan ketiga BUMN tersebut.

"Belum ada persetujuan, karena masih bersifat dengar pendapat," kata politikus Partai Gerindra itu saat dihubungi, Selasa (16/3) sore.

Menurut dia, saat ini komisi XI DPR masih meminta kepada ketiga perseroan untuk menyiapkan dokumen terkait dengan Pembentukan Holding Ultra Mikro, yaitu Key Performance Indikator (KPI) tentang peningkatan profitabilitas, efesiensi bisnis, konsep sinergi tiga BUMN.

Selain itu, komisi yang membidangi keuangan dan perbankan itu juga meminta jaminan agar tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan, strategi mempertahankan entitas bisnis, dan penguataan permodalan perusahaan.

"Komisi XI masih memerlukan penjelasan dari Menteri Keuangan terkait dengan nilai valuasi PNM dan Pegadaian yang akan digabungkan ke BRI," jelasnya.

Anggota Komisi XI DPR lain, Hari Gunawan menyebut, pemerintah sebaiknya memperkuat kelembagaan Pegadaian dan PNM, dibandingkan dengan membuat Holding Ultra Mikro dengan perbankan.

"Pemerintah sebaiknya menghentikan wacana Holding Ultra Mikro, karena dikhawatirkan akan menutup akses pembiayaan terhadap masyarakat terbawah, yang masih berstatus unbankable," ucapnya.

Heri meminta pemerintah melakukan kajian yang lebih mendalam, dan membuka dialog dengan para stakeholders, terutama para pelaku usaha ultra-mikro maupun serikat pekerja, terkait dengan holding tersebut."Masalahnya harus dipetakan terlebih dahulu secara komprehensif," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved