Breaking News:

Sudah 183 Orang Tewas di Tangan Aparat Myanmar

Aparat keamanan dilaporkan menembak mati sedikitnya 20 pengunjuk rasa pada Senin (15/3), dan setidaknya 44 orang tewas pada Minggu (14/3)

Editor: Vito
Ye Aung THU / AFP
Polisi bergerak di jalanan untuk mengusir demonstran yang melakukan unjuk rasa menentang kudeta militer di Yangon pada Juat (26/2/2021). Aparat Myanmar semakin brutal dalam menghadapi aksi demostrasi menolak kudeta. Kepolisian pada Kamis (25/2/2021) malam, dilaporkan melepaskan beberapa tembakan ke udara, dan melemparkan granat setrum. 

TRIBUNJATENG.COM, NAY PYI TAW - Lembaga pemantau hak asasi manusia, Assistance Association for Political Prisoners (AAPP), melaporkan, pasukan keamanan Myanmar semakin brutal menindak demonstran, menyusul pemberontakan anti-kudeta yang terus meluas di seluruh penjuru negara Asia Tenggara itu.

Aparat keamanan dilaporkan menembak mati sedikitnya 20 pengunjuk rasa pro-demokrasi pada Senin (15/3), dan setidaknya 44 orang tewas pada Minggu (14/3).

Dengan begitu, sejauh ini total 183 orang telah terbunuh oleh pasukan keamanan Myanmar sejak kudeta militer berlangsung pada 1 Februari lalu.

Kelompok pemantau itu menyatakan, untuk membubarkan demonstrasi, aparat menggunakan gas air mata, peluru karet, hingga peluru tajam di seluruh Myanmar. "Korban secara dramatis mengalami peningkatan," jelas AAPP.

Dalam rilis resminya, grup pemantau itu menerangkan korban tewas tak hanya dari pengunjuk rasa, tetapi juga masyarakat yang tak ikut berdemo. Mereka yang meninggal kebanyakan berasal dari kawasan tengah Myanmar.

Ada juga korban yang tercatat di Yangon. Korban di Yangon mencakup dua perempuan yang ditembak mati di dalam rumah, saat aparat berusaha menerobos. Adapun AFP seperti dilansir Selasa (16/3), menyatakan, ada 11 korban tewas yang berhasil mereka verifikasi.

Demonstrasi terus berlangsung di Mandalay dan pusat Kota Myingyan serta Aunglan. Seorang jurnalis di Mandalay mengatakan, satu orang ditembak mati di sana setelah protes besar berlangsung dengan damai.

Saksi mata dan wartawan lain juga melaporkan personel kepolisian tak segan melontarkan tembakan ke arah para demonstran.

"Seorang gadis tertembak di kepala, dan seorang anak laki-laki tertembak di wajahnya. Saya sekarang sedang bersembunyi," kata remaja 18 tahun yang ikut berdemo di Myingyan, kepada Reuters, melalui telepon, Senin (15/3).

Portal berita Myanmar Now melaporkan, protes anti-kudeta terus berlangsung di seluruh negeri pada Senin (15/3), termasuk di distrik Yangon, Hlaingthaya, tempat kerusuhan dan pembakaran puluhan pabrik China terjadi sehari sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved