Breaking News:

Berita Kendal

15 Napi Lapas Kelas IIA Kendal Ikuti Pelatihan Mengelas

Sebanyak 15 napi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendal mengikuti program keterampilan mengelas.

TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Narapidana Lapas Kelas IIA Kendal mengikuti pelatihan keterampilan mengelas, Rabu (17/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 15 narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal mengikuti program keterampilan mengelas. Mereka diajarkan keterampilan sebagai bekal mengarungi kehidupan nanti pasca bebas dari hukuman.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Samsul Hidayat mengatakan, program pelatihan keterampilan mengelas berlangsung selama 18 hari mulai awal Maret lalu. Pihaknya menggandeng instruktur Balai Latihan Kerja (BLK) Mandiri Sejahtera untuk membimbing dan mengarahkan napi selama pelatihan

"Hari ini pelatihan sudah hari ke 10 dari rencana 18 hari. Peserta 15 orang diambil dari napi yang memiliki kemauan untuk dilatih," terangnya saat meninjau lokasi pelatihan, Rabu (17/3/2021).

Samsul berharap, para napi nantinya setelah bebas memiliki keahlian yang bisa menopang kehidupan mereka sebagai ladang mencari nafkah. Mereka juga bakal mendapatkan sartifikat agar bisa membuka bengkel las sendiri, minimal bisa diterima kerja di pabrik atau bengkel-bengkel lainnya. 

Sebagai tindak, Kepala Lapas Kelas IIA Kendal berencana membuka bengkel las internal di sebelah gedung lapas. Samsul bakal menggandeng koperasi lapas agar bisa memfasilitasi permodalan awal supaya bisa memberdayakan para napi sebagai karyawan. 

"Bagi mereka yang pidananya masih lama, akan bekerja di sini. Dananya akan kita kerjasamakan dengan koperasi lapas. Harapannya dimulai dari pegawai hingga masyarakat umum bisa pesan. Saat ini sudah bisa menghasilkan tralis," terangnya.

Instruktur pelatihan, Slamet Priyono menjelaskan, bimbingan keterampilan bagi napi diberikan dari 3 hal yang paling dasar. Meliputi teknik pengelasan di bawah tangan, horizontal, dan vertikal dengan praktik membuat tralis.

Ia berharap para peserta latihan nantinya bisa buka bengkel sendiri, minimal bisa bekerja di sebuah pabrik.

"Mereka kini sudah bisa praktik membuat tralis dengan berlatih 6-7 jam setiap hari. Nanti masuk ke praktik rangkaian penutup selokan, dan rangkaian besi baja untuk rangka gedung. Jadi bisa masuk ke pabrik-pabrik yang membutuhkan," ujarnya.

Seorang napi, Arif terlihat cukup cekatan mengikuti arahan-arahan dari instruktur latihan. Selama 10 hari menjalani pelatihan las, ia mengaku sudah bisa membuat tralis dengan rapi. 

Arif berharap, ke depan lebih banyak lagi keterampilan-ketrampilan yang bisa diberikan kepada para napi sebagai bekal terjun ke masyarakat kembali. 

"Rencana kalau ada kesempatan siap terjun membuka bengkel las. Semoga ke depan warga binaan bisa diberikan skill-skill lain. Terutama keterampilan yang berhubungan dengan infrastruktur rumah, seperti kelistrikan atau furniture yang banyak dibutuhkam masyarakat," harapnya. (*)

Narapidana Lapas Kelas IIA Kendal mengecat tralis hasil pelatihan keterampilan mengelas di dalam lapas, Rabu (17/3/2021).
Narapidana Lapas Kelas IIA Kendal mengecat tralis hasil pelatihan keterampilan mengelas di dalam lapas, Rabu (17/3/2021). (TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM)
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved