Breaking News:

Berita Semarang

Dorong Peningkatan Kesejahteraan, Pemerintah Terus Tingkatkan Penggunaan SRG

Pemerintah terus dorong pemanfaatan sistem resi gudang, seiring meningkatnya para pelaku usaha komoditas.

Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Penandatanganan nota kesepahaman Pemanfaatan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas dalam Mendukung Terwujudnya Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, antara Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI), yang disaksikan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga (dari kiri no 1) dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (dari kanan no 1), di Hotel Gumaya Semarang, Selasa (16/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan sistem resi gudang (SRG), seiring dengan meningkatnya para pelaku usaha komoditas yang memanfaatkan adanya penggunaan SRG ini. Hal ini dituturkan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Resi Gudang di Jawa Tengah, di Hotel Gumaya Semarang, Selasa (16/3/2021).

Penandatanganan nota kesepahaman Pemanfaatan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas dalam Mendukung Terwujudnya Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, antara Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI), yang disaksikan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga (dari kiri no 1) dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (dari kanan no 1), di Hotel Gumaya Semarang, Selasa (16/3/2021)
Penandatanganan nota kesepahaman Pemanfaatan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas dalam Mendukung Terwujudnya Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, antara Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI), yang disaksikan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga (dari kiri no 1) dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (dari kanan no 1), di Hotel Gumaya Semarang, Selasa (16/3/2021) (Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani)

Dalam Rapat Koordinasi SRG tersebut, turut hadir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Kudus, Bupati Jepara, Bupati Demak, Bupati Purworejo, Bupati Cilacap, Bupati Kebumen, Bupati Wonogiri, Bupati Grobogan, Bupati Banjarnegara, Bupati Pemalang, Bupati Pekalongan, Bupati Blora, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, dan Direktur Komersial PT RNI, Frans Marganda Tambunan.

“SRG di Indonesia akan terus berkembang untuk dimanfaatkan pelaku usaha. Upaya pemerintah memperkuat implementasi SRG tahun 2021 ini meliputi penambahan komoditas yang dapat diresigudangkan, penyempurnaan peraturan Menteri Keuangan mengenai skema subsidi resi gudang, dan percepatan beroperasinya Lembaga Pelaksanaan Penjaminan Sistem Resi Gudang,” ujar Jerry disela-sela kegiatan tersebut, Selasa, (16/3/2021).

Dikatakannya, hingga saat ini SRG telah dilaksanakan di 99 kabupaten/kota di 23 provinsi di Indonesia. Telah tercatat sebanyak 198 gudang SRG, baik milik pemerintah maupun milik swasta. Selain itu, terdapat 91 pengelola gudang SRG yang telah mendapatkan persetujuan dari Bappebti dan 60 Lembaga Penilaian Kesesuaian SRG yang mendukung pelaksanaan SRG di Indonesia. Dimana secara nasional, pelaksanaan SRG telah mencakup 12 komoditas yang mencakup komoditas pangan, pertanian, perkebunan, perikanan dan pertambangan. Komoditas-komoditas yang saat ini masuk dalam SRG adalah gabah, beras, jagung, kopi, kakao, rumput laut, rotan, lada, garam, timah, ikan, dan ayam karkas beku.

Menurutnya, penggunaan SRG dapat meningkatkan kesejahteraan petani, petambak, nelayan, peternak, dan pelaku usaha mikro kecil, terutama yang bergerak di sektor komoditas. Pemanfaatan SRG juga ditargetkan dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah, yang juga akan berkontribusi terhadap memulihkan perekonomian nasional.

Peningkatan partisipasi pelaku usaha dan kelembagaan di SRG dikatakannya berdampak langsung terhadap nilai pemanfaatan SRG yang menunjukkan pertumbuhan positif. Pada 2020, nilai transaksi resi gudang tercatat mencapai Rp 191,2 miliar atau tumbuh 72 persen dibandingkan dengan 2019. Nilai pembiayaan berbasis SRG juga meningkat, tercatat pada 2020, nilai pembiayaan yang disalurkan telah mencapai Rp 117,7 miliar atau meningkat 84 persen dibandingkan dengan 2019.

“Peran pimpinan daerah merupakan daya dukung utama agar upaya implementasi SRG dapat berjalan dengan baik. Saya harap implementasi SRG di daerah tidak hanya berjalan di gudang SRG dari dana pemerintah, namun semakin luas dengan gudang yang dimiliki pelaku usaha di daerah. Sehingga, manfaat SRG akan semakin luas dinikmati masyarakat,” imbuh Jerry.

Sementara itu, Jerry menilai Jawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi dengan banyak komoditas yang dapat diresigudangkan. Oleh karena itu, Jawa Tengah potensial sebagai provinsi yang mengimplementasi SRG. Di Jawa Tengah, Kemendag telah memberi bantuan 15 gudang SRG beserta fasilitasnya. Gudang-gudang tersebut tersebar di Wonogiri, Grobogan, Kebumen, Demak terdapat dua gudang, Pekalongan, Jepara, Cilacap, Purworejo, Brebes, Kudus terdapat dua gudang, Blora, Banjarnegara, dan Pemalang.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, Sidharta Utama, menyampaikan saat ini penerbitan resi gudang di Jawa Tengah mencapai 392 resi gudang dengan nilai mencapai Rp 76,4 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 248 resi gudang telah mendapatkan pembiayaan dari bank dengan nilai Rp 44,6 miliar.

“Dengan potensi pemanfaatan SRG yang demikian besar, kita harapkan peningkatan kinerja SRG di Jawa Tengah meningkat signifikan. Pada akhirnya, kesejahteraan petani serta menggerakkan pertumbuhan ekonomi di daerah yang ikut memulihkan perekonomian nasional akan meningkat,” kata Sidharta.

Pemanfaatan SRG di Jawa Tengah mulai dari pemanfaatan sampai pembiayaan sudah diterapkan di Wonogiri dan Grobogan. Sementara itu daerah yang masih berupaya mengimplementasi secara maksimal adalah Kebumen, Jepara, Demak, Pekalongan, Cilacap, Purworejo, dan Brebes.

Kepala Bappebti berharap, kepala daerah dapat mendukung implementasi SRG di daerah masing-masing melalui kebijakan yang mendorong pemanfaatan SRG, dukungan infrastruktur, pembentukan kelembagaan SRG, serta koordinasi aktif antarpemangku kepentingan dalam SRG.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga mengatakan pemanfaatan SRG ini memiliki banyak manfaat. Kedepannya, langkah edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan sistem RSG ini akan terus dilakukan.

Adapun setelah Rapat Koordinasi SRG, ditandatangani nota kesepahaman Pemanfaatan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas dalam Mendukung Terwujudnya Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, antara Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI).(*)

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved