Breaking News:

Berita Sragen

Kasus Pencabulan di Bawah Umur Asal Sukodono Sragen Naik ke Tahap Penyidikan

Terkait pemerkosaan anak di bawah umur asal Sukodono,Satreskrim Polres Sragen sudah ke tahap penyidikan.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Shutterstock
Ilustrasi. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Terkait pemerkosaan anak di bawah umur asal Sukodono, Sragen, Satreskrim Polres Sragen saat ini sudah menaikkan status dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Korban W telah hadir di Polres Sragen kemarin (15/3/2021) didampingi kedua orang tua dan kuasa hukumnya dari LBH Mawar Saron Solo, Desideria Anindita Sari.

Desideria Anindita Sari yang akrab disapa Anin menyampaikan korban hadir ke Polres Sragen untuk dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Pihaknya mendesak penegak hukum segera menetapkan tersangka S yang diduga menyetubuhi korban terkait dugaan perkosaan pada anak di bawah umur asal Sukodono itu.

Kendati belum ditetapkan menjadi tersangka pihaknya mengapresiasi kinerja Polres Sragen  yang segera menindaklanjuti dan mengusut kasus ini.

Dia berharap tersangka segera ditahan karena dikhawatirkan mengulangi perbuatan pada korban lain, juga menahan S supaya ia tidak berkeliaran.

"Kami mengapresiasi kerja cepat Polres Sragen. Pada 2 Maret lalu kami dipanggil ke Polda. Sekarang, status penanganan sudah naik ke tahap penyidikan," terang Anin.

Dia melanjutkan dengan terus berporsesnya kasus ini dapat diartikan sudah menjadi perhatian khusus dari PPA. Sekaligus menjadi kabar baik bagi pihaknya karena ada progres penanganan perkara.

"Saat ini memang belum ada tersangka, harapan saya polisi segera tetapkan tersangka. Setelah itu langsung ditahan supaya dia tidak bebas berkeliaran,* katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi menegaskan kasus tersebut masih berproses. Unit PPA Polres Sragen telah meminta klarifikasi kembali kepada korban W.

"Betul, sudah naik ke tahap penyidikan. Tapi, belum jadi tersangka. Soal tersangka masih penyelidikan," ujarnya.

Diberitakan Tribunjateng.com sebelumnya, korban berusia sembilan tahun asal Kecamatan Sukodono, menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri.

Saat itu, korban berinisial W, tengah bermain di luar rumah pada 10 November 2020 lalu. Lantas tetangga sekaligus pelaku yakni S (38) memanggil dan mengajak korban ke sebuah rumah kosong.

Di rumah kosong itu korban diajak menonton film porno dan kemudian dilakukan pemerkosaan pada korban.

Selang beberapa minggu, korban kembali menjadi korban oleh tiga pelajar SMP di toilet kantor desa. Sayangnya pelaku masih berkeliaran bebas sampai saat ini. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved