Breaking News:

Orangtua Ngaku Ijazah Anak Ditahan MAN Kendal: Bayar Infaq Rp 400 Ribu Kalau Mau Ambil

Klarifikasi yang dimaksud berkenaan dengan beredarnya video dan surat terbuka kepada Gubernur Jawa Tengah berisi tentang dugaan pungutan Rp 400 ribu.

Tribun Jateng/ Saiful Masum
Kajari Kendal, Ronaldwin menunjukkan nota kesepakatan mengakhiri problem dugaan pemungutan uang wajib di MAN Kendal setelah dilakukan klarifikasi, Rabu (17/3/2021). 

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal memanggil Kepala, Komite MAN Kendal beserta salah satu perwakilan orangtua siswa, Rabu (17/3/2021). 

Mereka dipanggil untuk dimintai klarifikasi masalah adanya dugaan pungutan wajib kepada orangtua siswa.

Klarifikasi yang dimaksud berkenaan dengan beredarnya video dan surat terbuka kepada Gubernur Jawa Tengah berisi tentang adanya dugaan pungutan Rp 400.000 kepada wali murid sebelum mengambil ijazah kelulusan. 

Sementara orangtua siswa diwakili oleh Damiri yang sebelumnya membuat surat terbuka kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi kuasa hukum.

Dalam surat terbuka itu, Damiri mengeluhkan kalau ijazah anaknya ditahan pihak sekolah.

Menurut Damiri, untuk mengambilnya diwajibkan membayar sumbangan infaq Rp 400 ribu.

Surat itu dibuat Damiri pada 3 Maret lalu dan ditembuskan kepada Ombudsman Jateng, Bupati Kendal, Kepala Kemenag Jateng dan Kendal hingga Ketua DPRD, Kejari, dan Kapolres Kendal.

Dari hal itu, Kejari Kendal memanggil para pihak terkait untuk dilakukan klarifikasi tentang persoalan yang ada. 

"Bagi yang berkenaan, namanya infaq. Jumlahnya boleh berapa saja, bersifat sukarela. Namanya sedekah, nanti manfaatnya dikembalikan kepada MAN," terang Kajari Kendal, Ronaldwin, Rabu (17/3/2021).

Halaman
123
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved