Breaking News:

Orangtua Ngaku Ijazah Anak Ditahan MAN Kendal: Bayar Infaq Rp 400 Ribu Kalau Mau Ambil

Klarifikasi yang dimaksud berkenaan dengan beredarnya video dan surat terbuka kepada Gubernur Jawa Tengah berisi tentang dugaan pungutan Rp 400 ribu.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Kajari Kendal, Ronaldwin menunjukkan nota kesepakatan mengakhiri problem dugaan pemungutan uang wajib di MAN Kendal setelah dilakukan klarifikasi, Rabu (17/3/2021). 

Terkait adanya ijazah yang ditahan, menurutnya, karena yang bersangkutan belum membayar tunggakan iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dalam beberapa bulan.

Dengan itu, orangtua diminta dilunasinya dan ditawarkan infaq sukarela.

"MAN punya visi agar siswanya disiapkan untuk terjun ke masyarakat, makanya banyak keterampilan yang disiapkan, sehingga butuh kontribusi orangtua siswa," ujarnya.

Dari hasil pertemuan itu, kata Ronaldwin, semua sepakat mengakhirinya dengan cara kekeluargaan.

"Tidak didapatkan hal-hal yang bertentangan. Semua diakhir secara baik-baik," jelasnya. 

Ketua Komite MAN Kendal, Ali Chasan menegaskan, infaq tersebut ditempuh berdasarkan rapat keputusan Komite, pihak sekolah dan perwakilan orangtua siswa.

Selanjutnya, orangtua siswa dikirimi surat pemberitahuan tertanggal 27 Juli 2020 tanpa mewajibkan dan mencantumkan nominal besarannya.

Kata Ali, uang hasil sumbangan sukarela itu nantinya akan digunakan untuk pembelian sebidang tanah seharga Rp 1,5 miliar.

Tanah itu akan digunakan MAN Kendal untuk menambah luas bangunan bantuan dari Kemenag.

Katanya, untuk mendapatkan bantuan gedung, pihak MAN harus memiliki bidang lahan dahulu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved