Breaking News:

Berita Jakarta

Program Kampus Mengajar Angkatan I 2021 Diikuti 14.000 Lebih Mahasiswa

14.000 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah lulus seleksi program Kampus Mengajar.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Istimewa
Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim, saat memberikan pembekalan pada peserta Kampus Mengajar secara virtual, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - 14.000 lebih mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah lulus seleksi program Kampus Mengajar angkatan I Tahun 2021 yang menjadi bagian dari kebijakan Kampus Merdeka yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Dalam rangka pengembangan diri mahasiswa dan tindak lanjut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menggelar pembekalan kepada para peserta Kampus Mengajar.

Mendikbud, Nadiem Anwar Makarim mengatakan, program Kampus Mengajar bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Nadiem juga memberikan apresiasi kepada 14.000 lebih mahasiswa yang telah lulus seleksi dari program Kampus Mengajar.

"Alhamdulillah, ternyata benar bahwa jiwa nasionalisme mahasiswa kita untuk berpartisipasi dalam sistem pendidikan sangat tinggi, dan inilah yang namanya Merdeka Belajar," kata Nadiem, dalam keterangannya, Selasa (16/3/2021).

Melalui program ini, katanya, peserta Kampus Mengajar dapat membangun kepercayaan dengan siswa, guru, dan satuan pendidikan lainnya serta membangun rasa peduli terhadap kebutuhan pembelajaran para siswa.

"Saya percaya setiap anak memiliki potensi untuk berkembang," ujarnya.

Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam juga memberikan apresiasi atas semangat yang ditunjukan oleh para mahasiswa dalam mengikuti program Kampus Mengajar.

Menurutnya, hal ini merupakan bentuk kepedulian dari para mahasiswa dan diharapkan juga mampu menjadi sebuah solusi bagi para siswa Sekolah Dasar (SD) dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar serta berkolaborasi dengan guru, mentransfer pengetahuan dan keterampilan terutama tentang digitalisasi.

"Program ini tentu tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak kita di SD, tetapi yang terpenting juga bagi para mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pemahaman tentang permasalahan yang dihadapi di pendidikan kita saat ini," ungkap Nizam.

Direktur Sekolah Dasar Kemendikbud, Sri Wahyuningsih menyampaikan, sebanyak 149.090 SD saat ini sedang mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Dengan hal ini, mahasiswa diharapkan dapat membantu satuan pendidikan SD untuk mendorong melakukan percepatan terhadap ketertinggalan yang selama ini terjadi karena adanya pandemi Covid-19.

"Dari 36.000 lebih mahasiswa yang mendaftar program Kampus Mengajar Angkatan I Tahun 2021, dipilih 14.000 lebih mahasiswa yang lolos berdasarkan hasil seleksi sampai tahap akhir," tutur Sri.

Terkait dengan Digitalisasi Sekolah, Sri juga mengungkapkan masih banyaknya satuan pendidikan SD yang membutuhkan literasi mengenai digitalisasi.

"Saya yakin, adik-adik mahasiswa ini sudah sangat luar biasa pemahamannya dengan digitalisasi, mari kita edukasi dan mendorong adik-adik kita di SD untuk mengenal manfaat dari adanya digitalisasi ini," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved