Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Vaksinasi Covid Kab Tegal Masih Terus Berlanjut, Tahap Kedua Dosis Pertama Diharapkan Selesai Maret

Namun bagi mereka yang usianya di atas 60 tahun, maka jarak pemberian dosis pertama dan keduanya minimal 28 hari

TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Foto berlangsungnya vaksinasi Covid-19 bagi lansia yang usianya di atas 60 tahun berlokasi di Puskesmas Slawi, Selasa (16/3/2021). Ditargetkan sebanyak 7.775 lansia khusus area Kecamatan Slawi yang akan divaksin secara bertahap. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap dua bagi petugas pelayanan publik dan lansia usia 60 tahun keatas masih terus berlangsung di wilayah Kabupaten Tegal

Ketua Tim Surveilan dan Kesling Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Eko BP Prabowo mengungkapkan, sejauh ini petugas layanan publik yang sudah tervaksin berjumlah 9.326 orang untuk dosis pertama. 

Sedangkan untuk suntikan dosis kedua sejauh ini sebanyak 3.943 orang. 

Untuk lansia yang sudah tervaksin suntikan dosis pertama sejauh ini ada 4.135 orang. 

Ditanya mengenai jumlah penerima vaksin dosis pertama dan kedua yang berbeda, Eko menjelaskan, hal ini bisa terjadi karena beberapa kemungkinan seperti kondisi kesehatan saat vaksin dosis pertama sehat. Tapi saat vaksin dosis kedua sakit atau kurang fit sehingga tidak layak divaksin.

Bisa juga karena saat vaksin dosis pertama terjadi KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi), semisal reaksi mual, muntah, dan lain-lain. Sehingga vaksin dosis keduanya tidak diberikan.

Kemungkinan ketiga, setelah divaksin dosis pertama yang bersangkutan malah terpapar sehingga positif Covid-19. Akhirnya vaksin dosis kedua juga tidak diberikan.

"Perlu saya garis bawahi, jika ada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 setelah divaksin itu bukan karena vaksin nya, tapi karena terpapar faktor lain. Mengingat setelah divaksin antibodi tidak terbentuk secara langsung, kemungkinan terpapar dari orang yang positif lainnya sehingga tertular. Di Kabupaten Tegal sejauh ini ada dua kasus demikian, jadi setelah divaksin yang bersangkutan terpapar Covid-19," terang Eko, pada Tribunjateng.com, Rabu (17/3/2021). 

Jika ditemukan calon penerima vaksin skrining kesehatannya tidak memenuhi, lanjut Eko, ditunggu sampai kondisinya layak diberikan vaksin dosis kedua.

Sedangkan untuk penerima vaksin yang saat dosis pertama setelahnya malah terpapar Covid-19, maka tidak perlu diberikan dosis kedua. 

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved