Karanganyar

Warga Terganggu Monyet Birahi Kejar Perempuan Desa di Karanganyar

Warga Desa Genengan terganggu ulah monyet birahi kejar-kejar perempuan di desa setempat.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Petugas saat berhasil menangkap kera yang berkeliaran di pemukiman warga daerah Desa Genengan Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar, Rabu (17/3/2021). 

Penulis: Agus Iswadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Seekor kera yang kerap mengganggu warga di Desa Genengan Kecamatan Jumantono berhasil ditangkap petugas.

Petugas Damkar Satpol PP Karanganyar yang juga anggota Omah Ulo, Agus Nipong menyampaikan, pihaknya menerima laporan dari relawan di wilayah tersebut ada kera yang berkeliaran di pemukiman warga.

Kera itu cenderung agresif karena diduga sedang dalam masa birahi.

"Sering ganggu orang lewat, terutama perempuan, dikejar biasanya," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Rabu (17/3/2021).

Petugas berupaya menangkap kera tersebut dengan memberikan umpan sebelum dijerat dengan tali tambang.

Saat ditemukan kera berada di atas pohon karet.

Agus menjelaskan, butuh waktu sekira dua jam untuk dapat menangkap kera tersebut. 

"Prosesnya lama untuk memancing. Tadi dikasih pisang, kacang sampai minuman soda. Saat ditangkap tetap agresif, tapi untuk tidak ada yang kena gigit. Kalau cakar sedikit," ucpanya.

Dia menduga kera itu merupakan hewan peliharaan yang lepas.

Pasalnya saat berhasil ditangkap terdapat kalung dari baja pada leher kera.

Setelah berhasil ditangkap, lanjutnya, kera tersebut diserahkan kepada anggota Polsek Jumantono.

"Biar nanti Polsek yang menghubungi BKSDA," jelasnya.

Agus menuturkan, dalam kurun waktu awal tahun hingga saat ini, petugas telah menangkap dua ekor kera yang berkeliaran di pemukiman warga.

Apabila ada warga yang membutuhkan bantuan untuk mengevakuasi kera tersebut dapat melaporkan ke petugas Damkar Satpol PP, untuk nantinya diteruskan kepada BKSDA.

"Bantuan evakuasi kalau khusus kera kita lihat dulu. Evakuasi dengan cara kami bisa apa tidak. Kita kan tidak punya obat. Bisa langsung hubungi BKSDA," pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved