Breaking News:

Berita Pemalang

Kirana Jadi Pionier Pelajar SLB di Desa Kalimas Pemalang

Citra Kirana (10) bocah perempuan asal Desa Kalimas, Randudongkal, Pemalang jadi pionir pendidik SLB. 

Tribun Jateng/Budi Susanto
Citra Kirana putri dari Ariyanti yang mengidap kelumpuhan, bersama neneknya Suriyah di rumahnya yang ada di Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal Pemalang, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Citra Kirana (10) bocah perempuan asal Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal Pemalang, jadi pionir pendidik SLB. 

Pasalnya, ia menjadi satu-satunya anak dengan keterbatasan yang memiliki semangat untuk terus menempuh ilmu di desanya. 

Kirana merupakan anak dari Ariyanti (32) yang ditinggal sang ayah sejak usia tiga hari. 

Biaya hidup Kirana disokong oleh sang ibu yang baru menjalani training di pabrik garmen selama dua pekan terkahir. 

Selama 10 tahun, Ariyanti membiayai hidup Kirana yang dibantu kakaknya dengan bekerja serabutan. 

Namun 40 hari lalu, kakak Ariyanti meninggal, dan ia harus bekerja mati-matian untuk menambal biaya hidup Kirana bersama neneknya.

Pihak desa juga menyatakan keluarga Ariyanti, merupakan keluarga kurang mampu. Namun semangat Kirana putri tunggal Ariyanti yang tak pernah padam untuk sekolah, menyulut semangat warga desa. 

Dikatakan Mujiono, Kepala Desa Kalimas, Kecamatan Randudongkal Pemalang, meski memiliki keterbatasan, namun Kirana menjadi pelapor anak-anak desa. 

"Semangatnya untuk sekolah ditiru warga lainya, ia satu-satunya bocah yang masih sekolah di SLB 1 Pemalang, padahal ada beberapa juga yang mengalami keterbatasan, namun mereka tak melanjutkan sekolah," katanya, Kamis (18/3/3/2021).

Mujiono menerangkan, keluarga Ariyanti menjadi keluarga prioritas terkait bantuan dari pemerintah. 

"Kami prioritaskan, beberapa waktu lalu Kirana juga dapat Rp 5 juta untuk membantu biaya hidup dari Dinsos. Ke depan kami akan ajukan bantuan kembali," jelasnya. 

Ditambahkannya, meski keluarga Ariyanti merupakan keluarga kurang mampu, namun sangat memperhatikan pendidikan Kirana. 

"Ariyanti sering berkomunikasi dengan saya, saya salut dengan perjuangannya sebagai ibu tunggal untuk membiayai Kirana," katanya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved