Breaking News:

Jokowi Desak Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN untuk Hentikan Kekerasan di Myanmar

Presiden Jokowi mendesak aparat militer di Myanmar menghentikan penggunaan kekerasan dalam menghadapi pengunjuk rasa agar tidak menambah korban.

Ye Aung THU / AFP
USIR DEMONSTRAN - Polisi bergerak di jalanan untuk mengusir demonstran yang melakukan unjuk rasa menentang kudeta militer di Yangon pada Juat (26/2/2021). Aparat Myanmar semakin brutal dalam menghadapi aksi demostrasi menolak kudeta. Kepolisian pada Kamis (25/2/2021) malam, dilaporkan melepaskan beberapa tembakan ke udara, dan melemparkan granat setrum. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan duka cita atas konflik yang terjadi di Myanmar, terutama kepada korban dan keluarga korban unjuk rasa memprotes kudeta militer.

"Atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indoensia, saya menyampaikan duka cita dan simpati yang dalam kepada korban dan keluarga korban akibat penggunaan kekerasan di Myanmar," demikian pernyataan Presiden Jokowi, yang disampaikan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (19/3).

Indonesia, kata Presiden, mendesak aparat militer di Myanmar menghentikan penggunaan kekerasan dalam menghadapi pengunjuk rasa agar tidak menambah korban.

"Indonesia mendesak agar penggunaan kekerasan di Myanmar segera dihentikan, sehingga tidak ada lagi korban berjatuhan. Keselamatan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama," ucapnya.

Indonesia juga mendesak, agar segera dilakukan dialog, rekonsiliasi untuk memulihkan demokrasi, perdamaian, dan stabilitas di Myanmar.

"Saya akan segera melakukan pembicaraan dengan Sultan Brunei Darussalam sebagai ketua ASEAN, agar segera dimungkinkannya diselenggarakan pertemuan tingkat tinggi ASEAN yang membahas krisis di Myanmar," tukasnya.

Pemimpin kudeta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, mengambil bagian dalam konferensi video dengan para kepala pertahanan regional pada Kamis (18/3) kemarin. Ini keterlibatan perdananya dalam forum internasional sejak merebut kekuasaan.

Dalam pertemuan itu, Panglima TNI RI, Jenderal Hadi Tjahjanto menyatakan keprihatinannya atas situasi Myanmar. Pernyataan itu diutarakan Hadi dalam sambutannya di forum ke-18 ASEAN Chiefs of Defense Forces Meeting (ACDFM) pada Kamis (18/3) yang berlangsung secara virtual.

Sambutan Hadi itu dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Ganip Warsito. "Sebagaimana disampaikan Presiden Republik Indonesia, dan disampaikan kembali oleh Menteri Luar Negeri, keamanan dan keselamatan rakyat Myanmar harus menjadi prioritas utama," kata Ganip mengutip pernyataan Hadi.

Adapun, jumlah total yang tewas dalam beberapa minggu ini telah meningkat menjadi setidaknya 232 orang, menurut laporan terbaru kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Halaman
12
Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved