Breaking News:

Berita Pati

Pelaku UKM Pati Diyakinkan bahwa Ekspor Tidak Sulit

FTA Center Disperindag Provinsi Jateng gelar coaching clinic pengembangan ekspor bagi UMKM potensial.

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Kegiatan coaching clinic pengembangan ekspor bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) potensial di Aula Disdagperin Pati, Kamis (18/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Free Trade Agreement (FTA) Center Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menggelar coaching clinic pengembangan ekspor bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) potensial, Kamis (18/3/2021).

Kegiatan ini digelar di aula Dinas Perdagangan dan Perin

Kegiatan coaching clinic pengembangan ekspor bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) potensial di Aula Disdagperin Pati, Kamis (18/3/2021).
Kegiatan coaching clinic pengembangan ekspor bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) potensial di Aula Disdagperin Pati, Kamis (18/3/2021). (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal)

dustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, bekerja sama pula dengan Universitas Diponegoro.

Kordinator Operasional FTA Center, Mahfudz mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi, edukasi, sampai tahap pendampingan ekspor pada UKM potensial di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Jadi kami berkeliling ke daerah-daerah untuk membuka mindset bagi UKM yang potensial ekspor untuk memberanikan diri menjangkau pasar global,” terang dosen Universitas Diponegoro Semarang ini.

Dia mengatakan, FTA Center siap melakukan pendampingan secara menyeluruh bagi setiap UKM yang mau melakukan ekspor. Pihaknya memiliki sejumlah tenaga ahli berpengalaman membidani eksportir-eksportir baru.

“Seperti di Pati, kemarin ada eksportir baru di bidang kapuk randu yang sudah kirim ke India. Di FTA Center ini tenaga ahli siap membantu mulai dari mengenal negara tujuan ekspor, memulai ekspor, hingga menemukan pembeli,” papar Mahfudz.

Sementara, Kabid Promosi dan Ekspor Impor pada Disdagperin Kabupaten Pati Paryadi mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan coaching clinic untuk mendorong lahirnya eksportir-eksportir baru di Kabupaten Pati ini.

Dia menilai banyak produk UKM lokal yang mestinya bisa masuk pasar ekspor, namun ujung-ujungnya mentok.

Menurut dia, penyebabnya ialah mindset ekspor masih dianggap mewah dan sulit dijangkau oleh para pelaku UKM.

“Padahal ekspor tidak sulit. Semua bisa ekspor asal produknya layak, memenuhi administrasi, dan mendapatkan buyer. Hanya itu saja. Tidak perlu sebagai perusahaan besar. Contohnya adalah ekspor kapuk akhir tahun kemarin di Karaban. Itu badan hukumnya hanya UD. Mereka berani ekspor karena produknya layak dan mendapat akses buyer. Ini yang akan kami dorong untuk semua pelaku UKM,” tutur Paryadi. (*)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved