Breaking News:

Berita Kendal

22 Napi Lapas Kelas IIA Kendal Menjalani Asimilasi Covid-19

22 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal menjalani asimilasi Covid-19.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Samsul Hidayat 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 22 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal menjalani asimilasi Covid-19. Terdiri dari pelaku tindak kejahatan pencurian, perampokan dan beberapa tindak kejahatan lain yang diperbolehkan mendapatkan program asimilasi Covid-19.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendal, Samsul Hidayat mengatakan, program asimilasi narapidana dalam suasana pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga 31 Juni 2021. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Pemasyarakatan Nomor : 1 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Kata Samsul, para napi masih berhak mendapatkan jatah asimilasi selagi 2/3 masa pidananya jatuh sebelum 31 Juni. Berlaku juga bagi napi baru yang mendapatkan pidana pendek dengan ketentuan dan syarat yang sama. 

"Putusan akhir-akhir ini pidananya pendek-pendek. Ada yang 9 bulan, 10 bulan, kemungkinan sebelum Juni mereka bisa bebas," terangnya di Kendal, Jumat (19/3/2021).

Menurut Samsul, sepanjang pandemi Covid-19, sebanyak 140 napi di Lapas Kelas IIA Kendal telah mendapatkan hak asimilasi. 22 napi di antaranya masih menjalani asimilasi, sedangkan sisanya mendapatkan hak yang sama pada 2020.

Program asimilasi tidak berlaku bagi pelaku tindak pidana korupsi (tipikor), penyalahgunaan narkotika, teroris, illegal logging, dan kejahatan trans nasional.

"Januari lalu 17 napi, kami asimilasikan. Total ada 22 napi yang saat ini masih aktif menjalani asimilasi," ujarnya.

Selama menjalani asimilasi, narapidana tidak diperkenankan pergi ke mana-mana kecuali untuk bekerja. Selain itu, pihak keluarga harus bisa menjamin yang bersangkutan agar menjalani waktu asimilasi dengan baik dan benar. Termasuk tidak melakukan tindak kejahatan apapun.

Kata Samsul, di sisa waktu yang ada, bukan tidak mungkin akan ada napi di bawah naungannya mendapatkan asimilasi setelah melalui perhitungan masa tahanan. 

Saat ini, sebanyak 276 napi masih menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIA Kendal. 16 di antaranya masih menjadi tahanan Polres Kendal. 

"Kapasitas ruang tahanan kami sebenarnya 126 orang, sudahover load. Untuk program-program di lapas tetap berjalan normal dengan pembatasan Covid-19. Termasuk program keagamaan, kunjungan daring 5-7 menit per orang per hari, dan kegiatan pembinaan pelatihan keterampilan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved