Breaking News:

Berita Slawi

Bincang Kreatif Bersama DPRD Jateng, Fuad: Perkembangan Infrastruktur di Jateng Sudah Cukup Baik

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jateng Fuad Hidayat nilai perkembangan infrastruktur di Jateng cukup baik.

Ist./Humas Diskominfo Kabupaten Tegal
Acara Bincang Kreatif di 99.3 radio Slawi FM, Rabu (17/3/2021) lalu. Pada kesempatan ini membahas mengenai “Peran DPRD dalam Pengawasan Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Fuad Hidayat, menilai perkembangan infrastruktur di Jawa Tengah sudah cukup baik. Hal itu disampaikan dalam acara Bincang Kreatif di 99.3 radio Slawi FM, Rabu (17/3/2021) lalu.

Acara Bincang Kreatif di 99.3 radio Slawi FM, Rabu (17/3/2021) lalu. Pada kesempatan ini membahas mengenai “Peran DPRD dalam Pengawasan Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan.
Acara Bincang Kreatif di 99.3 radio Slawi FM, Rabu (17/3/2021) lalu. Pada kesempatan ini membahas mengenai “Peran DPRD dalam Pengawasan Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan." (Ist./Humas Diskominfo Kabupaten Tegal)

Berdasarkan penuturannya, saat ini Jawa Tengah mempunyai proyek strategis nasional yaitu kawasan industri Batang.

Jika kawasan tersebut sudah selesai, puluhan pabrik didirikan dan diproyeksikan bisa menyerap 130.000 tenaga kerja.

Dialog bertajuk “Peran DPRD dalam Pengawasan Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan” ini, juga menghadirkan Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Umar Utoyo sebagai narasumber. 

Pada kesempatan kali ini, Fuad memaparkan selain kawasan industri, Jawa Tengah juga sedang menyiapkan dua Bandara yang segera beroperasi secara maksimal. 

Bandara tersebut adalah Bandara Ngloram di Blora dan Bandara Jenderal Soedirman di Purbalingga. 

Ada juga pembangunan jalan tol di Jawa Tengah dan waduk di Cilacap.

Namun dirinya juga tidak memungkiri adanya pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur yang terhambat, sebagai dampak dari pandemi Covid-19 sejak tahun 2020. 

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah di tahun 2020 hanya terealisasi Rp 14,2 triliun, turun dari yang ditargetkan sebesar Rp 15,9 triliun. 

"Dampak dari penurunan ini menyebabkan belanja infrastruktur 2020 juga berkurang cukup banyak. Selain itu, Bankeudes (Bantuan Keuangan Desa) di tahun 2020 juga terealisasi di akhir tahun karena efek refocusing APBD dari provinsi. Hal ini menghambat pembangunan maupun sirkulasi uang di desa," ungkap Fuad, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jumat (19/3/2021). 

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved