Breaking News:

Berita Karanganyar

Disdikbud Karanganyar Bakal Tunjuk Satu Sekolahan Sebagai Percontohan Sebelum PTM

Disdikbud Karanganyar akan menunjuk satu SMP sebagai percontohan sebelum digelar Pembelajaran Tatap Muka.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Ilustrasi. Siswa SD membaca buku di perpustakaan gerbong kereta api sebelum pandemi virus Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar akan menunjuk satu SMP sebagai percontohan sebelum digelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). 

Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Nurini Retno Hartati menyampaikan, sebagai persiapan sebelum dimulainya pembelajaran tatap muka, dinas akan menunjuk satu sekolah SMP sebagai percontohan. 

Dia menjelaskan, meski belum ada penunjukan secara resmi melalui surat, kemungkinan besar sekolah yang ditunjuk merupakan sekolah yang dianggap sarana dan prasarananya lengkap. 

"Kemungkinan nanti sekolah di seputaran Karanganyar Kota. Tapi itu nanti akan ditunjuk secara resmi melalui surat," katanya saat dihubungi Tribunjateng,com, Sabtu (20/3/2021). 

Berdasarkan informasi yang diterima Nurini, pemerintah pusat dan provinsi meminta kepada dinas supaya sebelum dimulai PTM dilakukan percontohan terlebih dahulu. 

Di sisi lain hingga saat ini belum ada informasi terkait rencana dimulainya PTM dalam waktu dekat dari Satgas Covid-19 Kabupaten. 

Sehingga apabila ada sekolahan yang nekat menggelar PTM tanpa persetujuan dari dinas tentu akan mendapatkan sanksi. Mulai dari sanksi berupa teguran secara lisan hingga tertulis. 

"Sesuai instruksi bupati, PTM menunggu guru divaksin dulu. Senin baru ada ada sosialisasi vaksin untuk jajaran dinas. Setelah itu mungkin baru untuk guru-guru. Pendataan guru (sebagai sasaran vaksin) dilakukan puskesmas setempat," ungkapnya. 

Dia menegaskan, apabila hendak menggelar PTM tentu harus melalui prosedur terlebih dahulu. 

"Harus ada perintah kepala dinas kalau mau.menggelar tatap muka resmi. Kita lihat dulu, tatap muka itu ada aturannya. Zona apa dulu yang boleh. Kan zona hijau sama kuning. Kita lihat di kelurahan dan desa bagaimana perkembangan Covidnya," jelasnya. 

Terpisah, Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo mengatakan, apabila sudah ada arahan dari Bupati terkait PTM tentu harus ada koordinasi dengan Satpol PP selaku penegak disiplin protokol kesehatan. 

"Kita bantu memantau, mengarahkan. Agar kegiatan PTM sesuai protokol kesehatan. Siswa bisa belajar tenang, nyaman, sehat semua. Itu kan perintah Bupati kepada kami, kalau nanti sudah PTM, tim penegak disiplin harus membantu," terangnya. (*)

Penulis: Agung Dwi Ertarto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved