Breaking News:

Berita Pekalongan

Haul Ke-9 Mbah Liem, Bupati Asip: Mengenang Sang Pencetus NKRI Harga Mati

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi hadiri Semaan Al Qur’an dan doa Bersama dalam rangka Haul Mbah Liem ke-9.

Istimewa
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri Semaan Al Qur’an dan doa Bersama dalam rangka Haul Almaghfurlah KH Moeslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) ke-9 di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Kamis (19/3/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menghadiri Semaan Al Qur’an dan doa Bersama dalam rangka Haul Almaghfurlah KH Moeslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) ke-9 di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Kamis (18/3/2021) malam.

Di hadapan para santri dan tamu undangan, Bupati Asip menuturkan kisah sosok pendiri yayasan Al Muttaqien Pancasila Sakti KH Moeslim Rifa’i Imampuro atau biasa akrab dipanggil Mbah Liem.

"Mbah Liem merupakan figur orang soleh. Beliau memandang manusia dengan pandangan kasih sayang, sehingga figurnya dikenal seluruh masyarakat khususnya warga Nahdhiyin," tutur Bupati Asip.

Bupati menerangkan tentang dua hal yang perlu dipedomani dari peringatan haul tersebut.

Pertama adalah meniru tindakan orang soleh, walaupun sedikit. Karena, meniru tindakan orang soleh tujuannya adalah ibadah.

"Seperti pada malam ini kita mengungkit, mengungkap sekelumit tentang manakibnya almaghfurlah Mbah Liem ini. Slogan atau jargon Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati, setahu saya, awalnya beliau yang mencetuskan. Awal tahun 2000, beliau (Mbah Liem) sudah mengibarkan slogan NKRI harga mati."

"Biasanya dalam surat-surat yang beliau kirim juga dibawahnya tertulis NKRI harga mati," terangnya.

Tujuan kedua, lanjut Bupati Asip, yaitu setidak-tidaknya harus menjalankan apa yang menjadi nasehat dan obsesi atau cita-cita besar Mbah Liem.

"Yang saya cermati dalam setiap tulisan maupun ucapannya, itu tidak lain agar kita semua sebagai warga negara,

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri Semaan Al Qur’an dan doa Bersama dalam rangka Haul Almaghfurlah KH Moeslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) ke-9 di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Kamis (19/3/2021) malam.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri Semaan Al Qur’an dan doa Bersama dalam rangka Haul Almaghfurlah KH Moeslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) ke-9 di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Kamis (19/3/2021) malam. (Istimewa)

khususnya warga kabupaten Pekalongan, mencintai tanah air, menjaga NKRI dan Pancasila," imbuhnya.

Asip menambahkan, bahwa sejak Mbah Liem wafat yang terjadi adalah Pancasila digugat, NKRI terancam, bahkan islam mendapat tantangan yang begitu besar dari aliran-aliran radikalisme.

Tapi jauh sebelum itu, mbah Liem sudah menyampaikan kaidah-kaidah dan terus menerus mengkampanyekan tentang Pancasila, NKRI harga mati dan cinta tanah air.

"Pokoknya konsep 'hubbul wathon minal iman' sudah jauh beliau sosialisasikan, sebarkan semangat ini kepada seluruh masyarakat Indonesia," tambahnya.

Oleh karena itu melalui kesempatan haul tersebut Bupati Asip mengajak para santri berdoa untuk Mbah Liem atas jasa-jasanya untuk Indonesia.

"Kita sebagai masyarakat, santri agar tetap istiqomah untuk berpegang pada Islam ala Ahlussunah Waljamaah, kemudian mempertahankan dasar Negara Pancasila serta mencintai dan mempertahankan NKRI harga mati," pesannya. (*)

Caption

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri Semaan Al Qur’an dan doa Bersama dalam rangka Haul Almaghfurlah KH Moeslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) ke-9 di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Kamis (19/3/2021) malam.
Caption Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri Semaan Al Qur’an dan doa Bersama dalam rangka Haul Almaghfurlah KH Moeslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) ke-9 di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah pada Kamis (19/3/2021) malam. (Istimewa)
Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved