Breaking News:

Berita Kota Tegal

Kisah Nahkoda Kapal di Tegal yang Pensiun Dini Karena Kena Radiasi, Kini Sukses Bisnis Olahan Ikan

Selain sukses dengan usahanya, dia juga sukses menjadi penggagas dan pembina kelompok pengolahan ikan bernama Sari Ulam

"Istri saya sudah usaha pempek dari 1996. Tapi cuman dikit, jualannya pakai ember gitu," katanya kepada tribunjateng.com, Jumat (19/3/2021). 

Budi mengatakan, ia kemudian berhenti menjadi nahkoda karena terkena radiasi GPS furuno pada 2005. 

Ia dilarang melaut oleh dokter selama empat tahun. 

Padahal, menurut Budi, saat itu ia sedang berada di puncak kariernya selama 12 tahun menjadi nahkoda.  

Setelah itu ia pun membantu istrinya memproduksi pempek. 

"Dulu saya jadi nahkoda 12 tahun. Tapi berhenti karena mata kena radiasi. Jadi saya bantu istri jualan pempek," ujarnya. 

Pada 2006, menurut Budi, ada seorang teman yang menyarankan untuk membesarkan usaha pempek istrinya. 

Ia kemudian membentuk kelompok masyarakat pengolah ikan bernama Sari Ulam. 

Tujuannya agar mendapatkan pembinaan sekaligus fasilitas alat produksi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). 

Kemudian pada 2007, ia dan rekan-rekannya mengajukan namun tidak dikabulkan. 

Halaman
1234
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved