Breaking News:

Pendidikan

UKM FOKMI Universitas Semarang Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (UKM FOKMI) Universitas Semarang (USM) menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).

Istimewa
Latihan Dasar Kepemimpinan yang digelar UKM FOKMI USM di aula Masjid Baitur Rasyid kampus USM, Sabtu (20/3/2021) kemarin. (Ist) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Komunikasi Mahasiswa Islam (UKM FOKMI) Universitas Semarang (USM) menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di aula Masjid Baitur Rasyid kampus USM, Sabtu (20/3/2021) kemarin.

LDK yang digelar dibuka oleh Rektor USM, Andy Kridasusila itu diikuti 50 peserta secara luring dan daring. Dalam LDK tersebut, para peserta juga mendapat materi dari pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Pedurungan Dr KH In’amuzzahidin MA atau yang biasa disapa Gus In’am.

Rektor USM Andy Kridasusila mengatakan hampir satu tahun Covid-19 menghambat aktivitas dalam segala hal termasuk dunia pendidikan.

Tetapi, UKM FOKMI tetap aktif dan sangat agresif dalam konteks positif untuk memanfaatkan fasilitas dan peluang yang ada dengan menggelar berbagai kegiatan yang positif.

"Mahasiswa yang tergabung di UKM FOKMI yang sudah dibekali hardskill dan softskill kami harapkan bisa memanfaatkan peluang untuk belajar menambah ilmu dengan di mana saja dan kapan saja," kata Andy, dalam keterangannya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, katanya, selain harus berpedoman pada Alqur’an dan Hadits maka harus menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathoniyah.

"Ukhuwah Islamiyah artinya kita harus menjaga hubungan baik sesama muslim, ukhuwah insaniyah artinya kita harus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia walau beda agama, sementara ukhuwah wathoniyah kita harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, cinta tanah air, mengamalkan empat pilar kebangsaan serta berkeindonesiaan sebagaimana yang tercantum dalam visi misi USM," tuturnya.

Ditambakan Andy, mahasiswa USM nantinya akan mengikuti kurikulum  merdeka belajar kampus merdeka yang dicanangkan oleh kemendikbud, konteksnya agar ke depannya menjadikan mahasiswa bertambah dan terasah ilmunya dari berbagai disiplin ilmu.

Dalam kesempatan tersebut, Gus In’am memberikan materi bagaimana cara berdakwah yang cekatan, edukatif, religius, inovatif dan amanah (Ceria) kepada mahasiswa peserta LDK.

Menurut Gus In’am, seorang pemimpin dalam berdakwah harus cekatan atau responsible terhadap masalah yang sedang dihadapi ummat. Edukatif artinya dalam berdakwah memberikan materi dengan mauidhoh hasanah dengan cara yang baik bukan dengan cara-cara yang kasar atau keras.

"Selain itu seorang pemimpin harus religius agar setiap kebijakan yang diambil selalu memohon petunjuk kepada Allah SWT. Inovatif artinya masing-masing orang dalam memimpin memiliki cara yang smart yang inovatif agar mudah diterima masyarakat seperti Walisongo dalam berdakwah sangat inovatif," kata Gus In’am.

Kemudian, amanah yang artinya bisa menggunakan wewenang dengan baik, tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi. Maka seorang pemimpin harus amanah.

Pembina UKM FOKMI USM, Saiful Hadi mengatakan, kegiatan LDK yang digelar daring dan luring itu menghadirkan narasumber Rektor USM, Dr KH Muhammad In’amuzzahidin, Kyai Muhammad Anwari, Habib Muhammad bin Farid Al Muthohar, Ahmad Isya’bul Izzi, dan Haris Setiawan. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rival al manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved