Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

dewa kipas vs irene kharisma sukandar

GM Susanto Megaranto Menilai Kualitas Permainan Pak Dadang Dewa Kipas: Hampir Master

GM Susanto Megaranto Menilai Kualitas Permainan Pak Dadang Dewa Kipas: Hampir Master

kolase tribun timur
GM Susanto Megaranto Menilai Kualitas Permainan Pak Dadang Dewa Kipas: Hampir Master 

GM Susanto Megaranto Menilai Kualitas Permainan Pak Dadang Dewa Kipas: Hampir Master

TRIBUNJATENG.COM - Sosok Pak Dadang Dewa Kipas banyak menarik perhatian warganet beberapa waktu terakhir.

Ia ramai diperbicangkan setelah mampu mengalahkan GothamChess alias Levy Rozman dalam permainan catur online.

Bagai longsoran bola salju, sosok Pak Dadang Dewa Kipas semakin menyedot perhatian publik.

Hingga pada akhirnya, sosok Deddy Corbuzier memfasilitasi duel Pak Dadang Dewa Kipas melawan Grand Master Irene Kharisma Sukandar.

Baca juga: Ini Komentar Pak Dadang Dewa Kipas dan Irene Kharisma Sukandar Setelah Duel Menang Telak 3-0

Baca juga: Ini Hasil Akhir Duel Catur Pak Dadang Dewa Kipas Vs Irene Kharisma Sukandar, Menang Telak 3-0

Tak main-main, duel Pak Dadang Dewa Kipas vs Irene Kharisma Sukandar disaksikan langsung oleh Percasi dan dikomentatori oleh Grand Master Susanto Megaranto dan Women International Master Chelsie Monica.

Level Pak Dadang Dewa Kipas 'Hampir Master'

Setelah melihat pertandingan melawan Irene Kharisma Sukandar, Grand Master Susanto Megaranto menilai kualitas permainan Pak Dadang Dewa Kipas setara level hampir master.

Duel Pak Dadang Dewa Kipas vs Irene Kharisma Sukandar telah digelar, Senin (22/3/2021).

Pada pertandingan yang digelar di studio milik Deddy Corbuzier ini, Irene keluar sebagai pemenangnya.

Irene mamborong tiga kemenangan sekaligus alias menang 3-0 di pertandingan dengan format empat set tersebut.

Sedangkan set keempat atau set terakhir tidak dimainkan karena Irene sudah memenangkan poin.

Susanto menilai Pak Dadang Dewa Kipas memiliki kemampuan yang mumpuni.

Namun kemampuannya belum sebanding dengan Irene Kharisma Sukandar.

"Pak Dadang permainannya bagus namun tidak cukup untuk mengalahkan Irene," ujar Susanto.

Menurut analisa Susanto, Pak Dadang Dewa Kipas sudah bermain cukup baik.

Namun saat middle game, Pak Dadang dinilai banyak melakukan kesalahan.

Sehingga Irene semakin leluasa mengeksploitasi permainan.

Senada dengan Susanto, Chelsie juga menilai permaian Pak Dadang Dewa Kipas sudah mumpuni.

Namun jarak level permainan Pak Dadang Dewa Kipas dan Irene memang terlalu jauh.

"Pak Dadang mampu mengimbangi permainan saat opening hingga middle game."

"Namun memang banyak blunder sehingga terpaksa Pak Dadang harus menyerah," ujar Chelsie.

Komentar Pak Dadang Dewa Kipas dan Irene Kharisma Sukandar

Dalam sesi wawancara setelah pertandingan, Irene menyebut pertandingan melawan Pak Dadang Dewa Kipas bukanlah ajang pembuktian.

Menurutnya, pertandingan catur adalah ajang untuk menjalin persahabatan dengan sesama pecinta catur.

"Saya sangat enjoy bermain karena ini adalah pertandingan persahabatan."

Sekali ini adalah untuk menjalin persahabatan, ini bukan ajang pembuktian," ujar Irene saat ditanya Deddy Corbuzier.

Sementara itu, Pak Dadang Dewa Kipas mengakui level permainan Irene berada di atas kemampuannya.

Pak Dadang Dewa Kipas menyebut bidak catur Irene sangat kokoh dan tidak memiliki celah.

"Sangat kokoh, tak ada peluang sama sekali,"

"Tadi saya juga ada blunder," ujar Pak Dadang Dewa Kipas.

Jalannya Pertandingan Pak Dadang Dewa Kipas vs Irene Kharisma Sukandar

Irene mampu mengalahkan Dewa Kipas dengan skor 3-0.

Dalam duel yang seharusnya berlangsung empat set, Irene langsung memborong 3 game sekaligus.

Sehingga kemenangan mutlak menjadi milik Irene.

Irene tampak menguasai jalannya pertandingan sejak awal.

Tekanan yang diberikan oleh Irene mampu membuat Dewa Kipas kesulitan menemukan celah.

Diperparah dengan beberapa blunder yang dilakukan oleh Dewa Kipas.

Walhasil, Irene mampu memimpin jalannya pertandingan.

Dan membuat Dewa Kipas menyerah.

Atas kemenangan ini Irene mendapat hadiah sebesar Rp 200 juta.

Sedangkan Dewa Kipas mendapat hadiah sebesar Rp 100 juta.

Deddy Corbuzier memfasilitasi duel Pak Dadang Dewa Kipas vs Irene Kharisma Sukandar

Diberitakan sebelumnya, melalui postingan komunitas di kanal Youtube-nya, Deddy Corbuzier membuat polling siapa yang akan memenangkan pertandingan ini.

“Who Gonna Win? Live This Monday…,” tulis Deddy.

Polling tersebut langsung menarik perhatian netizen.

Pantauan hingga Minggu (21/3/2021) malam, polling tersebut telah diikuti lebih dari 324 ribu voting, yang dikutip dari laman Kompas TV.

Dewa Kipas mendapat sebanyak 79 persen voting sedangkan GM Irene Sukandar mendapat voting 21 persen.

Hasil polling ini pun juga mendapat berbagai banyak komentar dari netizen.

Salah satunya Noer Siroz, ia menuliskan, “Gua ttep respect ke pak dadang, siapapun yg menang nanti semua berawal dr pak dadang, berkat pak dadang juga kita jadi tau master catur indonesia yg pda keluar, dan kehebohan ini juga berawal dari pak dadang... Mkasih pak dadang.”

Hal positif lain juga diungkapkan Dimas Ade Putra.

"Irene atau pa dadang yg menang,, ini jadi motivasi dan saling belajar,, buat libas grand Master yg ada diluar negeri sana. Mohon buat teman teman sebangsa dan setanah air untuk tetap support, intinya jangan sampe ada hujatan diantara mereka berdua, support terus supaya nama Indonesia bisa lebih baik lagi di dunia catur dan bisa di takuti sama negara negara lain..”

Ada juga komentar lain dari Faizal Gustav.

“Nunggu pengumuman lolos SBMPTN

Nunggu pertandingan Catur (dewa kipas Vs Irene sukandar) ”

Dewa Kipas, adakah nick name Dadang Subur yang menggemparkan situs catur virtual Chess.com.

Kini ia punya kesempatan membuktikan kesaktiannya di dunia nyata dan difasilitasi Deddy Corbuzier yang tayang lewat Live Streaming pada akun youtube miliknya.

Irene Kharisma Sukandar mengaku bersedia melawan Dewa Kipas alias Dadang Subur juga setelah hadir dalam podcast Deddy Corbuzier.

Sebelumnya, Irene Kharisma Sukandar sempat melayangkan surat kepada Deddy Corbuzier melalui akun media sosial pribadinya.

Surat tersebut diunggah Irene Sukandar setelah melihat video podcast Deddy Corbuzier dengan Dewa Kipas dengan anaknya, Ali Akbar.

Dewa Kipas diundang menjadi bintang tamu dalam video podcast Deddy Corbuzier yang tayang Sabtu (13/3/2021).

Dalam video tersebut, Dewa Kipas bercerita soal pertandingan melawan GothamChess alias Levy Rozman, kehidupan pribadi, hingga awal mula bermain catur.

Video wawancara Deddy Corbuzier dengan Dewa Kipas ternyata mendapat tanggapan dari GM Irene Kharisma Sukandar.

Irene mengaku sangat kecewa karena menilai Deddy Corbuzier tidak memberikan informasi secara lengkap terkait polemik Dewa Kipas.

Selain itu, Irene juga menyoroti tindakan warganet Indonesia yang menyerang GothamChess hingga harus memblokir penonton dari Tanah Air.

Menurut Irene, kejadian ini merugikan banyak pihak termasuk para pecatur yang selama ini berusaha menjaga nama baik cabang olahraga ini di dunia.

Deddy Corbuzier pun merespons surat terbuka itu dengan mengundang Irene dalam video podcast miliknya.

Dalam kesempatan tersebut, Deddy Corbuzier berinisiatif menggelar pertandingan catur antara Dewa Kipas dengan Irene.

Deddy Corbuzier sendiri memberi jaminan kedua pecatur itu akan membawa hadiah uang seusai berduel terlepas menang atau kalah.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved