Breaking News:

Militer Myanmar Marah 4 Tentara Tewas, Ribuan Warga Desa Mengungsi

Lebih dari 1.500 warga tiga desa di Negara Bagian Shan, Myanmar mengungsi, setelah militer berniat balas dendam buntut tewasnya empat teman mereka.

STR/AFP
Pedemo Myanmar berlarian menyelamatkan diri dari tembakan polisi, saat berdemonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw, pada Sabtu (26/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKON - Lebih dari 1.500 warga tiga desa di Negara Bagian Shan, Myanmar mengungsi, setelah militer berniat balas dendam buntut tewasnya empat teman mereka.

Awalnya, junta militer menyatakan mereka kehilangan kontak dengan empat prajurit pada Sabtu (20/3) waktu setempat.

Saat itu empat tentara, termasuk dua perwira, ditugaskan ke Kota Pekon mengurus masalah administratif ketika mereka diadang massa.

Junta kemudian berujar, mereka menemukan empat tentara itu tewas dalam keadaan terikat di lubang dekat desa Leihton. Selain itu, kendaraan mereka juga dibakar.

Sebanyak empat warga desa ditangkap dengan empat lainnya diinterogasi. Militer Myanmar lalu menyuarakan ancaman balas dendam terhadap pelaku yang sudah menewaskan teman mereka.

Sumber setempat mengungkapkan, sejak 17 Maret junta sudah menduduki desa yang berada di Negara Bagian Shan.

Dilansir The Irrawaddy Minggu (21/3), pasukan menembaki demonstran yang menentang penempatan mereka dengan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam.

Tatmadaw, julukan junta, juga menduduki gereja, sekolah, dan rumah untuk mengakomodasi pasukan mereka. Hal itupun menyebabkan banyak warga mengungsi

Ko Khun Myo Hlaing Win, anggota anti-rezim dari Negara Bagian Kayah menceritakan perlakuan brutal militer ke sipil.

Tokoh yang sempat ditahan itu mengatakan, korban disiksa hingga tuli atau tidak sadar selama proses interogasi.

Karena itu, lebih dari 1.500 warga di desa Leihton, Wari Taung Chay, dan Saungkan memutuskan melarikan diri agar tak ditangkap.

"Militer harus segera meninggalkan desa sehingga warga bisa segera kembali ke rumahnya," tegas Ko.

Di Depayin, Region Sagaing, ribuan warga di lima desa juga mengungsi setelah junta datang buntut tewasnya dua polisi pada 17 Maret. (kompas.com)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved