Breaking News:

UIN Walisongo

Peringati Dies Natalis ke-51, Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Tanam Pohon Buah-buahan

FPK Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo melakukan penanaman pohon di taman FPK, Senin (22/3/2021).

IST
Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang, Syamsul Maarif, bersama para dosen dan pegawai, melakukan penanaman pohon buah-buahan di Taman FPK, Senin (22/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melakukan penanaman pohon di taman FPK, Senin (22/3/2021). Penanaman diikuti oleh seluruh dosen dan pegawai FPK dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Berbagai bibit pohon buah-buahan yang ditanam di antaranya kedondong, rambutan, dan jeruk.

Penanaman tersebut dalam rangka Dies Natalis ke-51 UIN Walisongo.

Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang, Syamsul Maarif, bersama para dosen dan pegawai, melakukan penanaman pohon buah-buahan di Taman FPK, Senin (22/3/2021).
Dekan Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang, Syamsul Maarif, bersama para dosen dan pegawai, melakukan penanaman pohon buah-buahan di Taman FPK, Senin (22/3/2021). (Istimewa)

Ketua panitia kegiatan, Fatimah Azzahra mengatakan, pohon buah-buahan sengaja dipilih agar nantinya dapat memberi kebermanfaatan langsung kepada civitas akademik FPK yaitu dapat menikmati buahnya.

"Secara konsisten, FPK memang fokus menanam pohon buah-buahan. Ini selaras dengan salah satu prodi yang ada di FPK yaitu prodi Gizi. Harapannya pohon pohon ini bisa menjadi salah satu penunjang perkuliahan di prodi gizi," kata Fatimah.

Dekan FPK, Syamsul Maarif mengatakan, FPK adalah fakultas yang konsisten terhadap pelestarian lingkungan, khususnya di UIN Walisongo. Ini terbukti bahwa penanaman pohon adalah aktivitas yang sudah membudaya di FPK.

"Pada kesempatan ini, yang kita tanam ada rambutan, jeruk, dan kedondong. Menanam pohon tidak hanya urusan menumbuhkan pohon, namun harus disertai dengan tumbuhnya moralitas para penanamnya," terangnya.

Lebih lanjut Syamsul Ma'arif menyampaikan, dari buah rambutan, menjadi bahan pelajaran agar tidak memandang orang dari luarnya saja, tapi harus sampai ke dalamnya.

"Dari jeruk kita belajar, bahwa buah ini selalu memberi kebermanfaatan kepada siapa saja. Dari kedondong, kita belajar bahwa belum tentu orang yang luarnya halus, dalamnya juga halus," jelasnya.

Sebelumnya, dalam perayaan Dies Natalis ke-51 UIN Walisongo, Fakultas Psikologi dan Kesehatan juga telah melakukan ziarah ke makam Habib Ahmad dan Habib Hasyim di Pekalongan. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved