Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

UIN Walisongo Semarang Ziarahi Makam KH. Ahmad Dahlan

Ziarah ke makam tersebut bagian dari ziarah ke 51 wali atau masyayikh dalam peringatan Dies Natalis UIN Walisongo ke 51.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq
IST
UIN Walisongo Semarang melalui Lembaga Penjamin Mutu (LPM) berziarah ke makam pendiri Muhammadiyah sekaligus pahlawan nasional KH Ahmad Dahlan, Rabu (17/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA – UIN Walisongo Semarang melalui Lembaga Penjamin Mutu (LPM) berziarah ke makam pendiri Muhammadiyah sekaligus pahlawan nasional KH Ahmad Dahlan, Rabu (17/3/2021). Walisongo.ac.id

Ziarah ke makam tersebut bagian dari ziarah ke 51 wali atau masyayikh dalam peringatan Dies Natalis UIN Walisongo ke 51.

Makam pahlawan nasional tersebut berlokasi di kompleks makam umum kampung Karangkajen RT 41 RW 11 Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Makam berada di di tanah milik keraton sehingga penjaga makam harus abdi dalem keraton Yogyakarta.

Letaknya persis di belakang Masjid Jami’ Karangkajen.

Di lokasi tersebut juga terdapat makam mantan Menteri Agama RI, Prof Fathurrahman.

Ketua LPM Dr Hasan Asy'ari Ulamai memimpin rombongan ziarah ke Yogyakarta, diikuti para kepala pusat, sekretaris dan tim LPM UIN Walisongo.

Hasan Asy’ari menjelaskan ziarah kepada para tokoh tersebut selain untuk mendoakan para tokoh bangsa juga bagian dari peringatan Dies Natalis UIN Walisongo Semarang ke 51.

Mantan wakil direktur pascasarjana itu menjelaskan, sebagaimana angka peringatan Dies yang ke 51, kegiatan ziarah tersebut dilakukan pada 51 makam ulama dan masyayikh yang tersebar di pulau Jawa, mulai dari bagian barat, Cirebon sampai dengan bagian timur, Madura.

Dalam rangkaian kegiatan ziarah tersebut, selain ziarah ke makam KH Ahmad Dahlan, juga dilakukan ziarah ke makam pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, KH Bisri Syamsuri, KH Wah Chasbullah, dan tokoh bangsa lainnya.

Ditambahkan, kegiatan itu juga menjadi komitmen UIN Walisonngo untuk menjaga tradisi dan kearifan masyarakat.

Ziarah ke makam para wali dan tokoh bangsa itu juga untuk mengingat semangat pendiri bangsa dalam mendirikan bangsa dan mengabdi kepada masyarakat.

“Para ulama terdahulu memberikan teladan dan contoh nyata bagaimana menjadikan Islam sebagai pondasi dalam membangun bangsa dan masyarakat,” ujarnya.

Dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah merupakan sebagian dari warisan besar para ulama di masa yang lalu.

”Setelah satu abad didirikan, NU dengan pesantren dan kekuatan budaya yang dimiliki serta Muhammadiyah dengan jaringan di bidang pedidikan dan sosial terbukti dapat memberikan sumbangan besar untuk bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Seusai berziarah ke makam KH Ahmad Dahlan, rombongan LPM UIN Walisongo melakukan silaturahmi dengan pengurus masjid Jogokariyan Yogjakarta.

“Pengelolaan masjid Jogokariyan menjadi model masjid masa kini. Bagaimana masjid dikelola secara profesional dan memberikan manfaat tidak hanya untuk beribadah tetapi juga menjadi solusi bagi masalah yang dihadapi masyarat,” terang Hasan Asy`ari. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved