Breaking News:

29% Masyarakat Menolak Vaksinasi Covid-19

Data riset lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat hanya 46 persen masyarakat Indonesia yang mantap ingin divaksin.

TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
ilustrasi - Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan vaksinasi di Balai Kota Semarang, Senin (8/3/2021) lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Meski jumlahnya tidak banyak, data riset lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis pada Selasa (23/3), mengungkap sebanyak 29 persen masyarakat Indonesia menolak untuk melakukan vaksin.

"Ternyata temuan survei ini sangat banyak, yaitu 29 persen warga yang tidak mau divaksin covid-19," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani.

Di sisi lain, warga yang ingin divaksin tidak sampai 50 persen, yaitu hanya 46 persen masyarakat Indonesia yang mantap ingin divaksin.

Padahal, menurut Epidemiolog asal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr Windhu Purnomo, angka itu cukup sedikit untuk bisa membuat herd immunty.

"Terbentuknya herd immunity minimal ada 70 persen masyarakat yang divaksinasi. Tentunya dengan asumsi tidak ada varian baru yang menyebar," katanya, menanggapi hasil survei SMRC.

Di sisi lain, survei itu juga menilai seberapa angka kepercayaan masyarakat terhadap vaksin. Deni membeberkan, setidaknya ada 24 persen masyarakat Indonesia tidak percaya vaksin covid-19 yang disediakan pemerintah aman.

Selain itu, 64 persen masyarakat percaya vaksin covid-19 yang disediakan pemerintah aman. Sisanya sebanyak 11 persen mengaku tidak tahu soal keamanan vaksin bagi kesehatan.

Dengan hasil survei tersebut, Deni menyadari target vaksinasi pemerintah yang harus terwujudkan sampai akhir 2021 dinilai masih jauh.

"Jika dikaitkan pada target bisa mencapai 71 persen penduduk (divaksinasi covid-19-Red), proporsi ini masih kurang dari target yang dicanangkan oleh pemerintah," paparnya.

Survei SMRC itu dilaksanakan pada 28 Februari sampai 8 Maret 2021, dengan melibatkan sebanyak 1.064 orang dari 1.220 responden yang dipilih. Responden yang diwawancarai berumur di atas 17 tahun atau sudah menikah. (Tribunnews/Fahdi Fahlevi)

Editor: Vito
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved