Breaking News:

Berita Karanganyar

Empat Sekolahan di Karanganyar Bakal Jadi Percontohan PTM

Empat sekolahan yang berada di Kabupaten Karanganyar bakal menjadi percontohan PTM pada awal April 2021.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Ilustrasi. Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Empat sekolahan yang berada di Kabupaten Karanganyar bakal menjadi percontohan pembelajaran tatap muka (PTM) pada awal April 2021 mendatang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, empat sekolahan tersebut adalah SMPN 1 Karanganyar, SMAN 1 Karanganyar, SMKN 1 Karanganyar dan MAN 1 Karanganyar

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Tengah, Suratno menyampaikan, ada enam sekolah yang ditunjuk sebagai percontohan PTM di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng yang meliputi wilayah Kabupaten Sragen, Wonogiri dan Karanganyar

Dalam menunjuk sekolahan sebagai percontohan PTM, cabang dinas mempertimbangkan berbagai hal di antaranya kesiapan sarpras dan penerapan protokol kesehatan. Kendati sudah menunjuk beberapa sekolahan sebagai percontohan, cabang dinas tetap harus mendapatkan izin dari Bupati selaku Ketua Satgas Covid-19. 

"Setelah kami tunjuk sekolahan, kami akan minta izin kepada bupati meminta rekomendasi. Kalau diizinkan kami laksanakan. Kalau tidak ya kami tunda. Kami baru hari ini sowan Bupati Karanganyar, tahapan berikutnya ke Wonogiri dan Sragen," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (23/3/2021). 

Di sisi lain, pihak sekolah nantinya juga harus meminta izin orang tua murid apakah anaknya berkenan mengikuti PTM. Lanjutnya, apabila tidak mendapatkan izin, para siswa akan mengikuti pembelajaran secara daring. Dia menegaskan, anak mengikuti PTM sifatnya tidak memaksa. 

Direncanakan PTM akan dimulai pada 5 April 2021 dan akan berlangsung selama dua pekan sembari dilakukan evaluasi. 

"Sebelum ada penunjukan ini sebenarnya cabang dinas minta setiap sekolah presentasi. Dari persentasi itu sebetulnya mayoritas siap tetapi kami pilih karena provinsi minta setiap kabupaten satu SMA dan satu SMK. Jadi kami pilih yang paling siap," ungkap Suratno.

Secara teknis, jumlah siswa yang mengikuti PTM nantinya akan dibatasi 70-110 orang. Di sisi lain, pembelajaran dilakukan selama 4 jam dalam sehari. Dia menambahkan, dalam satu kelas jarak antar kursi dibatasi 1,5 meter serta dalam satu rombel siswa yang boleh masuk prosentasenya 50 persen. 

"Pengaturan tergantung sekolah. Untuk menghindari terjadi penumpukan dan kerumunan di sekolah. Kantin tidak boleh buka sesuai ketentuan.Jadi bawa bekal. Saya masih mengacu pada simulasi PTM 2020 yaitu tidak boleh buka. Apabila ada perubahan ketentuan, tentu kami menyesuaikan." jelasnya. 

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Endang Tri Hadiningsih mengatakan, menunjuk SMPN 1 Karanganyar sebagai percontohan PTM. 

"SMPN 1 siap, Pak Kepala Sekolah sudah melaporkan," ucapnya. 

Endang menjelaskan, saat PTM setiap kelas hanya diisi 30 persen dari total siswa. Sedangkan sisanya akan mengikuti PTM sesuai jadwal. Para siswa mendapatkan kesempatan belajar selama dua hari dalam satu pekan. 

"Siswa yang tidak mengikuti PTM hari itu harus mengikuti PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)," tuturnya. 

Sedangkan teknis siswa berangkat sekolah harus diantar dan dijemput orang tua. Siswa tidak diperkenankan naik angkutan umum. Endang menegaskan, sekolah harus mendapatkan izin dari orang tua bahwa anaknya telah diizinkan mengikuti PTM di masa pandemi Covid-19. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved