Breaking News:

Berita Semarang

Mengenal Sosok Salman Subakat, CEO Perusahaan Kosmetik yang Peduli Dunia Pendidikan

Didikan keluarga untuk memberikan perhatian pada dunia pendidikan, terus dijalankan Salman Subakat.

Tribun Jateng/M Zainal Arifin
CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat, saat memberikan paparan dalam Pengayaan Jurnalistik program Fellowship Jurnalis Pendidikan yang diselenggarakan Gerakan Jurnalis Peduli Pendidikan (GJPP) Indonesia, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Didikan keluarga untuk memberikan perhatian pada dunia pendidikan, terus dijalankan CEO PT Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat.

Tak hanya memberikan beasiswa melalui perusahaan produsen make up Wardah saja, Salman pun kerap terlibat langsung dengan berbagai komunitas yang bergerak di bidang pendidikan.

Alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan, pemberian beasiswa dilakukan melalui program scholarship yang diberikan kepada mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui PT Paragon Technology and Innovation.

"Sejak awal, kalau ada rizki lebih digunakan untuk beasiswa. Itu sudah menjadi kebiasaan keluarga. Jadi, didikan dari orang tua itu agar tidak meninggalkan pendidikan," kata Salman, dalam Pengayaan Jurnalistik dalam program Fellowship Jurnalis Pendidikan yang diselenggarakan Gerakan Jurnalis Peduli Pendidikan (GJPP) Indonesia, kemarin.

Pria kelahiran pada 20 Juli 1980 itu memaparkan, Paragon Scholarship sendiri terdiri atas tiga jenis beasiswa yaitu beasiswa prestasi, beasiswa pemberdayaan, dan beasiswa tugas akhir. Setiap mahasiswa berhak mendapatkan beasiswa tersebut sepanjang memenuhi persyaratan.

Salman mengaku bersyukur bisa ikut mengembangkan perusahaan yang didirikan pada 1985 oleh ibunya, Nurhayati Subakat itu. Sehingga ia bisa terjun langsung turut serta meningkatkan pendidikan di Indonesia di luar kesibukannya ikut menjalankan perusahaan.

Selain didikan keluarga, kepedulian Salman pada dunia pendidikan juga didasarkan pada tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Menurutnya ada ketimpangan kualitas pendidikan antar daerah, antara kota dengan daerah, bahkan antarwilayah di Indonesia.

"Saya mengira, pendidikan di Indonesia itu baik-baik saja. Kemudian saya pernah pergi ke luar negeri dan baru tahu pendidikan di luar sangat maju. Karena itu, saya jadi terpanggil," ucap Salman yang juga merupakan inisiator GJPP Indonesia itu.

Selain karena kepedulian pribadi, upayanya dalam turut serta meningkatkan kualitas pendidikan tak lepas untuk mendukung perusahaan. Dalam hal inovasi teknologi, PT Paragon selalu berusaha mengembangkan berbagai produk kosmetik di antaranya Wardah, Make Over, dan Emina, melalui transfer teknologi.

Proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Setidaknya transfer teknologi tersebut membutuhkan waktu antara 2-3 tahun sehingga dapat memunculkan inovasi baru.

Termasuk juga, dalam hal sumber daya manusia (SDM). Salman menuturkan, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari dunia pendidikan. Hanya saja, persoalan yang muncul adalah perusahaan kesulitan mencari SDM.

"Jadi ada feedbacknya antara perusahaan dengan pendidikan. Diakui atau tidak, kami terjun ke dunia pendidikan karena mencari talent juga. Kalau perusahaan susah mencari SDM dan lulusan susah mencari kerja, itu benar terjadi. Ya karena kurikulum tidak macth," paparnya.

Untuk ikut meningkatkan pendidikan, Salman tidak terjun langsung ke sekolah-sekolah menjadi seorang guru. Ia menggunakan strategi dengan membangun banyak komunitas yang konsentrasi di pendidikan, di antaranya GJPP Indonesia.

"Strateginya membangun ekosistem dari yang kecil, kemudian nantinya jadi besar dan terus membesar. Jadi hadirnya Paragon di dunia pendidikan tidak hanya finansial saja tapi juga support dengan ketemu secara langsung," tandasnya.

Dengan ikut serta terjun di berbagai ekosistem pendidikan, Salman berharap kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat. Ia beralasan, jika pendidikan mengalami peningkatan maka perekonomian di Indonesia juga akan berkembang. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved