Breaking News:

Berita Pendidikan

Prodi Ilmu Hukum Unika Ajak Melihat Politik Hukum Kebijakan Pelarangan Nuklir

Di acara webinar, masing-masing narasumber memberikan perspektifnya terkait pelarangan senjata nuklir

Istimewa
Dekan FHK Unika Soegijapranata, Marcella Elwina Simandjuntak, menyampaikan sambutan dalam webinar "Politik Hukum Indonesia terkait Pelarangan Senjata Nuklir", kemarin. 

TRINUNJATENG.COM, SEMARANG - Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, telah menggelar webinar nasional dengan tema "Politik Hukum Indonesia terkait Pelarangan Senjata Nuklir", kemarin.

Dekan FHK Unika Soegijapranata, Marcella Elwina Simandjuntak menyampaikan, perlunya mengetahui ke arah mana politik hukum pemerintah terkait pelarangan senjata nuklir.

"Kami mengajak untuk melihat kemana negara Indonesia akan memposisikan diri. Karena di webinar ini kita membicarakan politik hukum dan pelarangan senjata nuklir di Indonesia," katanya, dalam keterangannya, Selasa (23/3/2021).

Di acara webinar, masing-masing narasumber memberikan perspektifnya terkait pelarangan senjata nuklir.

"Mudah-mudahan webinar ini memberikan tambahan pengetahuan tentang pro dan kontra penggunaan senjata nuklir ini di dunia," harapnya.

Dalam sesi webinar, narasumber Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata, Kementerian Luar Negeri, Rolliansyah Soemirat menyampaikan rencana Indonesia dalam ratifikasi Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW).

Ia mencoba menggugah peserta webinar untuk mencermati alasan Indonesia memberi perhatian khusus dalam hal pelarangan senjata nuklir dan prospek ratifikasi TPNW.

"Dalam pembukaan UUD 1945 jelas sekali menyatakan bahwa kita diharapkan turut serta menjaga ketertiban dunia, dengan pengejawantahan kebijakan pemerintah yang beragam, sesuai dengan apa yang dimaksud dalam pembukaan UUD 1945 tersebut," paparnya.

Karena itu, ia meminta agar menyamakan pemikiran bahwa perlu aktif dalam membahas isu-isu seperti yang menjadi tema dalam webinar ini. Hal tersebut karena senjata nuklir adalah salah satu senjata pemusnah masal yang sudah jelas-jelas mengancam perdamaian dunia.

Meskipun nuklir bisa juga digunakan untuk yang bermanfaat bagi manusia namun jika sudah dipergunakan dalam persenjataan sudah dipastikan lebih banyak kerugiannya dari pada keuntungannya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved