Breaking News:

Berita Nasional

Respons Gerindra Soal Prabowo Dikalahkan Anies Dalam Survei Calon Presiden 2024

Posisi Anies berada di atas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Editor: m nur huda
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017). Anies Baswedan mengucapkan terima kasih kepada warga Jakarta yang telah berpartisipasi memberikan hak suaranya dalam pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta. (KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di posisi teratas sebagai calon presiden (capres) Pilpres 2024 pilihan anak muda.

Posisi Anies berada di atas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Adapun Prabowo berada di posisi kelima berdasarkan hasil survei tersebut.

Hasil survei itu pun ditanggapi oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Baca juga: Kata PDIP Soal Ganjar di Bawah Anies Hasil Survei Presiden Pilihan Anak Muda

Baca juga: Survei Maret 20021, Anies dan Ganjar Bersaing Ketat untuk Sosok Presiden Pilihan Anak Muda

Baca juga: Program Rumah DP Nol Rupiah Anies Baswedan Terseret Kasus Korupsi, KPK Turun Tangan

Baca juga: Bu Kades yang Digerebek Tanpa Busana dengan Anak Buahnya Disarankan Mundur

"Komentar dari Gerindra ya hasil survei biasa saja. 2024 masih jauh. Gerindra juga belum memikirkan soal pilpres itu capres dan cawapres," kata Dasco saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/3/2021).

Enggan berkomentar lebih jauh soal hasil survei tentang capres, Dasco mengatakan bahwa Gerindra saat ini fokus dalam konsolidasi partai.

Ia juga menegaskan bahwa partainya belum membahas soal kader yang akan diusung sebagai capres ataupun calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024.

Terkait hasil survei, ia menilai semua tergantung dari subyek yang melakukan pengambilan data atau surveyor.

Namun, ia menitikberatkan bagaimana proses pengambilan data hingga hasil survei yang harus sesuai kaidah.

"Menurut kami, sepanjang dilakukan dengan kaidan dan tata cara yang berlaku dalam survei itu ya sah-sah saja. Kami enggak baper kok," ucap dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved