Breaking News:

Bocah 7 Tahun Pun Tewas Ditembak, Kekerasan Tentara Myanmar Terus Memakan Korban Jiwa 

Bocah perempuan berusia 7 tahun menjadi korban tewas termuda junta militer Myanmar setelah ditembak mati di rumahnya.

Editor: Vito
STR / AFP
Para pengunjuk rasa memberi hormat tiga jari dalam aksi menyalakan lilin untuk menghormati mereka yang telah meninggal dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Sabtu (13/3/2021) malam. Kekerasan yang dilakukan junta militer Myanmar mendorong seruan revolusi semakin menguat. 

TRIBUNJATENG.COM, NAY PYI TAW - Bocah perempuan berusia 7 tahun menjadi korban tewas termuda junta militer Myanmar setelah ditembak mati di rumahnya.

Bocah bernama Khin Myo Chit itu dilaporkan sedang duduk di pangkuan sang ayah ketika tentara mendobrak rumah mereka pada Selasa (23/3), dikutip dari Al Jazeera.

Saudara perempuan Myo Chit, kepada Myanmar Now, menuturkan, para tentara yang mendobrak rumah tersebut saat itu mencoba menembak sang ayah.

Tentara juga memukuli Myo Chit yang berada di pangkuan sang ayah. Melansir The Guardian, saudara bocah 7 tahun itu juga menyebut tentara menembak ayahnya.

Pihak pemakaman di Mandalay mengatakan kepada Reuters bahwa bocah 7 tahun itu meninggal karena luka tembak di Kota Chan Mya Thazi pada Selasa. Dua pria juga dilaporkan tewas di kota itu pada hari yang sama.

Akibat kejadian itu, masyarakat Myanmar di sejumlah kota menyalakan lilin untuk melakukan penghormatan terhadap insiden berdarah tersebut. Pihak militer tidak segera mengomentari insiden tersebut.

Di sisi lain, para jenderal menuduh pengunjuk rasa pro-demokrasi melakukan pembakaran dan kekerasan selama berminggu-minggu. Sehingga, militer menindak dengan kekuatan untuk memadamkan demonstrasi harian.

Pada Selasa lalu, juru bicara militer, Zaw Min Tun menyatakan sedih atas kematian 164 pengunjuk rasa anti-kudeta. "Mereka juga warga kami," ujarnya.

Meski demikian, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) dalam laporan terbaru pada 23 Maret 2021 menyebutkan, korban tewas akibat tindakan junta sudah tercatat sebanyak 275 orang, termasuk Khin Myo Chit.

AAPP menyatakan, Myo Chit meninggal setelah ditembak di perut. "Kami ngeri bahwa anak-anak terus menjadi sasaran serangan fatal terhadap pengunjuk rasa damai ini," kata organisasi Save the Children.

Save The Children mencatat sedikitnya ada 20 anak yang tewas dalam kekerasan militer. Sehari sebelumnya, pada Senin lalu, seorang remaja 14 tahun asal Mandalay juga tewas.

Remaja bernama Tun Tun Aung (14) itu berada di dalam rumahnya dan tidak terlibat dalam protes ketika dia dibunuh. Anak laki-laki itu dimakamkan pada Selasa lalu. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved