Breaking News:

Berita Semarang

Dosen FE USM Berikan Pendampingan Industri Rumahan Minuman Jahe Alang-Alang

Tim PKM USM melakukan pendampingan pada pelaku usaha jahe alang-alang instan di Pesanggrahan

Istimewa
Tim PKM USM foto bersama dengan pelaku industri rumahan jahe alang-alang instan di Pesanggrahan, Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Semarang (USM) melakukan pendampingan pada pelaku usaha jahe alang-alang instan di Pesanggrahan, Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur.

Tim pengabdian diketuai oleh C. Tri Widiastuti, dengan anggota Guruh Mulia Widayat dan Dhina Kharisma, dengan melibatkan dua orang mahasiswa Elisa Teguh Prasetiyani dan Diaz Fajar Ilyasa.

Tim PKM USM foto bersama dengan pelaku industri rumahan jahe alang-alang instan di Pesanggrahan, Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur,  kemarin.
Tim PKM USM foto bersama dengan pelaku industri rumahan jahe alang-alang instan di Pesanggrahan, Kelurahan Mlatibaru, Kecamatan Semarang Timur, kemarin. (Istimewa)

Pelaku usaha yang menjadi mitra dalam kegiatan adalah industri rumahan minuman jahe alang-alang instan, minuman yang diproduksi berbahan baku jahe.

Pada masa pandemic Covid-19, minuman jenis ini banyak dicari masyarakat karena berlomba-lomba ingin melakukan hidup sehat sehingga daya tahan tubuh dan imunitas tetap terjaga.

"Mitra kegiatan berupaya agar produknya memiliki daya simpan yang lama, praktis dan efisien melalui jahe instan berbentuk serbuk. Mitra juga berupaya meningkatkan kuantitas penjualan dan diterima pasar di tengah kondisi pandemi," kata anggota tim PKM, Dhina Kharisma, dalam keterangannya, Rabu (24/3/2021).

Dhina menuturkan, tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan mitra terkait penggunaan media online guna pemasaran produk yang familiar di lingkungan masyarakat.

"Dengan pengetahuan yang dimiliki mitra, dapat menambah media untuk memasarkan produk yang efisien dan efektif yaitu dengan memberikan pelatihan pembuatan media online pemasaran produk," jelasnya.

Anggota tim PKM lain, Guruh Mulia Widayat memaparkan, materi pelatihan media online mencakup penggunaan aplikasi Whatsapp (WA) yang merupakan aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan pengguna mengirim pesan, dokumen, gambar, panggilan gambar serta video tanpa menggunakan pulsa.

"Media ini efektif membantu pelaku usaha memasarkan produknya dengan mudah dan lebih luas jangkauannya karena hampir semua orang menggunakan Whatsapp," paparnya.

Kemudian, menggunakan aplikasi Facebook. Menurutnya, melalui konten yang bermanfaat diberikan secara berkala tanpa harus melalui promosi akan mampu membentuk image tersendiri.

"Media facebook menjadi tempat yang sangat prospektif untuk menyediakan produk dan layanan dengan jangkauan yang luas dan cepat berinteraksi dengan banyak orang," tambahnya.

Aplikasi lainnya yatu Instagram. Dikatakannya, konten media sosial instagram berbasis gambar dan video singkat sangat efektif untuk menarik perhatian para penggunanya dengan menggunakan gambar dan video unik.

Dengan pemasaran online, jangkauan promosi semakin luas dan tidak terbatas, konsumen dapat dengan mudah menemukan produk jahe alang-alang instan yang di jual melalui media online.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan pengabdian tidak hanya pelatihan. Tim PKM Universitas Semarang juga memberikan pendampingan berkala kepada mitra. Mitra dipantau secara periodik untuk melihat perkembangannya dan dilakukan evaluasi terhadap implementasi hasil pelatihan.

"Besar harapan kegiatan ini memberikan dampak yang positif peningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sinergitas ini terus berlanjut," harapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved