Breaking News:

Berita Banjarnegara

Kepala BMKG Banjarnegara Dorong Materi Bencana Masuk Kurikulum Sekolah, Ini Pentingnya

Di Hari Meteorologi Dunia, BMKG Banjarnegara mendorong masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai mitigasi bencana alam gempa dan tsunami. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rival al manaf
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Observer PGR III Denpasar Bali memperlihatkan getaran yang terekam di sensor milik BMKG di Singaraja, Minggu 24 Januari 2021. 

Penulis: Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Di Hari Meteorologi Dunia, BMKG Banjarnegara mendorong masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai mitigasi bencana alam gempa dan tsunami. 

Kepala BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhi mengatakan, mitigasi bencana didukung oleh aspek kultural dan struktural.

Secara kultural, masyarakat di daerah rawan bencana meningkat pemahamannya akan upaya pengurangan risiko bencana. 

Baca juga: Hari Pertama Pelaksanaan Tilang Elektronik, Satlantas Polresta Banyumas Temukan 78 Pelanggar

Baca juga: Ketua Kelompok Tani Blora: Daripada untuk Impor Beras, Baiknya Anggaran untuk Beli Gabah Petani

Baca juga: Harga Beras dari Petani di Kabupaten Tegal Cuma Rp 7.300, Mereka Tolak Impor Beras

Dengan kultur yang terbentuk, masyarakat tidak mengandalkan peringatan dini dari sistem peringatan dini ataupun informasi dari Pemerintah Daerah (Pemda). 

Sehingga saat tanda bencana terlihat, mereka bisa melakukan evakuasi secara mandiri. 

Ia mencontohkan kultur positif masyarakat Jepang yang juga rawan gempa dan tsunami soal mitigasi bencana alam. 

"Di Jepang, semua instansi setiap 3 bulan sekali mengadakan latihan (simulasi), dibuat skenario seolah-olah terjadi bencana alam, kemudian mereka bersikap, " katanya, Selasa (23/3/2021) 

Selain itu, secara struktural, pemerintah mendukung upaya pengurangan risiko bencana alam di masyarakat melalui kebijakan.

Baca juga: Beberapa Petani di Tegal Alami Gagal Panen Karena Hal Ini

Baca juga: Tilang Elektronik atau ETLE di Sragen, Ini yang Harus Dilakukan Jika Mobil Atau Motor Telah Dijual

Baca juga: Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, 5.940 Guru di Kabupaten Pekalongan Divaksin Covid-19

Semisal dengan melakukan sosialisasi, hingga pemasangan teknologi atau sistem peringatan dini yang masif di daerah rawan bencana. 

Ia juga mendorong agar materi kebencanaan dimasukkan dalam sistem kurikulum sekolah. Dengan begitu, masyarakat akan teredukasi sejak dini soal wawasan kebencanaan. 

"Kalau perlu sejak TK sudah diajarkan soal materi kebencanaan. Jadi anak-anak akan terbiasa dan tahu, " katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved