Breaking News:

Berita Pati

38 Cakades Lawan Keluarga Sendiri, Bupati Pati Tegaskan Tak Ada Jalan Pintas untuk Ditetapkan

Kepada para Cakades, Haryanto berpesan agar mereka menanamkan mental kompetitif yang sehat. Siap menang dan siap kalah

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Para calon kepala desa dari wilayah kecamatan Pati, Gembong, dan Kayen, membacakan deklarasi Pilkades damai di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (25/3/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto beserta jajaran Forkopimda memberi pembekalan pada para calon kepala desa (Cakades) dari Kecamatan Pati, Gembong, dan Kayen yang akan berkompetisi dalam Pilkades Serentak 10 April 2021 mendatang.

Pembekalan dilakukan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (25/3/2021).

Pembekalan ini merupakan tahap ketiga. Kegiatan ini sengaja dilakukan bertahap, tidak mengumpulkan seluruh Cakades sekaligus dalam satu waktu, demi menjaga protokol kesehatan.

Haryanto mengatakan, mulanya terdapat 219 desa yang akan mengikuti Pilkades. Namun, empat desa di antaranya batal karena cakadesnya mengundurkan diri.

Keempat desa tersebut ialah Desa Margorejo Kecamatan Wedarijaksa, Desa Wirun Kecamatan Winong, Desa Kebonturi Kecamatan Jaken, dan Desa Cengkalsewu Kecamatan Sukolilo.

"Adapun jumlah desa yang telah ditetapkan calon-calon kadesnya ialah 188. Sementara 27 lainnya belum. Kemudian dari seluruh desa peserta Pilkades, yang dinyatakan memenuhi syarat sebagai Cakades jumlahnya 456. Dari jumlah tersebut 151 orang merupakan petahana," urai Haryanto.

Dia menambahkan, terdapat 18 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti Pilkades. Mereka antara lain berprofesi sebagai guru, bidan, perawat, dan dokter. Ada pula 4 anggota TNI aktif yang ikut Pilkades.

Kemudian, desa yang Cakadesnya berkompetisi dengan anggota keluarganya sendiri (sekadar untuk memenuhi persyaratan Pilkades), ada 38. Haryanto menilai desa-desa tersebut tergolong tenang dan minim risiko konflik.

"Tapi sekalipun lawannya itu keluarga sendiri, pemerintah dan panitia tetap menyiapkan mekanisme sama seperti desa yang calon-calonnya bukan keluarga. Tahapannya tetap sesuai aturan. Tidak bisa jalan pintas (langsung ditetapkan) sekalipun ikut pemilihan dengan keluarga sendiri," kata dia.

Haryanto mengatakan, semua tahapan dilakukan sesuai aturan agar Pilkades berjalan baik. Semua tahapan pun didokumentasikan untuk menghindari adanya saling gugat pascapemilihan.

Kepada para Cakades, Haryanto berpesan agar mereka menanamkan mental kompetitif yang sehat. Siap menang dan siap kalah.

"Kalau tidak terpilih jangan anarkis. Jangan tiba-tiba besok mempersoalkan DPT. Kalau mau mempertanyakan ya saat-saat ini sebelum pemungutan suara," pesan Haryanto.

Kepada Cakades yang nantinya terpilih, dia juga meminta mereka menyiapkan mental agar tidak jemawa.

"Jangan karena tahu ada dana desa miliaran, dikira bisa dikantongi buat senang-senang. Tidak bisa begitu. Urusannya panjang nanti," kata dia.

Haryanto menegaskan, niat untuk menjadi Kades adalah memberi pelayanan yang baik. Karena itu, bagi Cakades, kemenangan dalam Pilkades tidak semestinya dijadikan alat untuk mendiskriminasikan warga yang tidak memilihnya saat pemungutan suara.

"Hal seperti itu yang menjadikan malapetaka. Desa jadi tidak kondusif secara berkelanjutan," kata dia.

Senada, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan, Pilkades sebagai pesta demokrasi di tingkat desa hanya sarana. Tujuannya adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Ini pesta rakyat di desa. Namanya pesta ya kita buat senang, happy. Kita lakukan dengan suka cita. Jangan saling membenci. Kita buat sebagai jalan menuju kemakmuran desa," ungkap pria yang akrab disapa Safin ini. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved