Breaking News:

Ngopi Pagi

FOKUS: Awas Ratusan Kamera Mengintai

AWAS, Ratusan kamera mengintai kita! Peringatan tersebut bukan untuk menakut-nakuti, melainkan semata bertujuan agar masyarakat eling lan waspada.

Penulis: muslimah | Editor: iswidodo
tribun jateng
wartawan tribun jateng, muslimah 

Ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, Muslimah

AWAS, Ratusan kamera mengintai kita! Peringatan tersebut bukan untuk menakut-nakuti, melainkan semata bertujuan agar masyarakat eling lan waspada. Ikhtiar dalam rangka tertib berlalu lintas, dengan tujuan akhir keselamatan pengendara di jalan raya lebih terjamin.

Ya, Selasa (23/3) kemarin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuktikan janji yang diucapkan saat dilantik. Ia meluncurkan program tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE), di Gedung NTMC Korlantas Polri. ETLE tahap pertama ini baru berjalan di 12 Provinsi dengan total 244 titik kamera. Ke-12 Polda yang menerapkan ETLE mulai kemarin adalah Polda Metro Jaya, Polda Riau, Polda Jawa Timur, Polda Sulawesi Selatan, Polda Jawa Barat, Polda Jambi, Polda Sumatera Barat, Polda DIY, Polda Lampung, Polda Sulawesi Utara, Polda Banten, dan tentu saja Polda Jawa Tengah.
Di Jateng, ETLE diluncurkan Kapolda, Irjen Pol Ahmad Luthfi di Gedung Borobudur Mapolda Jateng. Untuk tahap pertama ini ada 21 titik kamera yang rencananya akan ditambah menjadi 50 titik. Selain itu, anggota Polisi lalu lintas juga akan diberikan kamera portable yang dipasang di helm.
Mekanisme kerja, kamera ETLE yang terpasang di jalan raya akan mendeteksi pelanggar lalu lintas secara otomatis. Ada beberapa jenis pelanggaran yang disasar diantaranya menggunakan gawai saat berkendara, melanggar marka, tidak memakai sabuk pengaman, tidak memakai helm, hingga telat bayar pajak dan pemalsuan nomor kendaraan.
Jika pelanggaran teridentifikasi, petugas akan mengirimkan surat konfirmasi pelanggaran ke alamat pemilik kendaraan bermotor untuk permohonan konfirmasi. Pemilik melakukan konfirmasi via website atau datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum. Lalu terbitlah surat tilang. Pelanggar bisa membayar denda melalui bank atau datang sidang.
Peluncuran tilang elektronik layak mendapat sambutan positif sebagai inovasi dan komitmen yang bagus untuk kemajuan Polri. Di era digitilasi sekarang, memang sudah merupakan keniscayaan memanfaatkan teknologi di berbagai lini kehidupan. Ada banyak kelebihan dari ETLE. Pelanggaran lalu lintas bisa terdeteksi secara menyeluruh, pengawasan kepada pengendara berlangsung 24 jam, dan meminimalisir keberdaan oknum yang melakukan pemerasan saat pendindakan pelanggaran lalu lintas. Seperti yang diungkapkan Kasubditdakgar Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Abrianto Pardede. "Yang bermain kan robot tanpa ada pertemuan dengan petugas sehingga membuat lebih transparan dan terwujudnya transparansi,” katanya.
Tentu saja penerapan ETLE bukannya tanpa kendala. Yang nyata di depan mata adalah belum meratanya infrastruktur di semua daerah. Di Semarang saja baru 3 jalan protokol yang dipasangi kamera tilang. Demikian pula di kabupaten kota lainnya yang baru memiliki kamera di jalan protokol. Ini wajar karena ETLE selain membutuhkan biaya yang mahal juga harus ditunjang tenaga ahli. Yang terpenting, jangan sampai kendala tersebut membuat program yang sudah bagus ini mandeg di tengah jalan.
Dan, saat Polri terus menyempurnakan sistem ETLE yang akuntabilitasnya tinggi ini, warga bisa bisa memanfaatkan waktu untuk melengkapi persyaratan kendaraan. Seperti yang dikatakan Gubernur Ganjar saat hadir di acara peluncuran ETLE. Tertib sejak dari rumah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved