Breaking News:

Resmi Diperluas, Relaksasi PPnBM Mobil hingga 2.500 CC Berlaku 1 April 2021

Lewat rapat koordinasi terbatas sejumlah menteri, pemerintah resmi memperluas relaksasi PPnBM untuk kendaraaan roda empat berkapasitas hingga 2.500 cc

Editor: Vito
TRIBUNNEWS / HERUDIN
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Lewat rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah resmi memperluas relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) untuk kendaraaan roda empat dengan kapasitas silinder mesin 1.501 cc hingga 2.500 cc, berlaku per 1 April 2021.

Rapat koordinasi terbatas itu dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Potongan pajak akan diberikan kepada Kendaraan Bermotor Roda Empat (KBM-R4) dengan kapasitas 1.501 cc sampai dengan 2.500 cc dan segmen 4x2 serta 4x4," kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Rabu (24/3).

Akan ada dua skema pengurangan PPnBM yang diberikan pemerintah kepada kendaraan 4x2 dan 4x4.

Skema pertama untuk kendaraan 4x2, adalah diskon PPnBM sebesar 50 persen, yang tadinya 20 persen menjadi 10 persen untuk tahap I (April-Agustus 2021). Kemudian diskon sebesar 25 persen, yang tadinya 20 persen menjadi 15 persen untuk Tahap II (September-Desember 2021).

Sedangkan skema kedua untuk kendaraan 4x4 adalah diskon sebesar 25 persen, yang tadinya 40 persen menjadi 30 persen untuk Tahap I (April-Agustus 2021). Selanjutnya diskon sebesar 12,5 persen, yang tadinya 40 persen menjadi 35 persen untuk Tahap II (September-Desember 2021).

Sasaran kebijakan perluasan PPnBM-DTP diharapkan mampu mendorong peningkatan penjualan dari kendaraan bermotor.

Pada pekan pertama Maret 2021 saat relaksasi PPnBM 100 persen untuk mobil 1.500 cc diberlakukan, Kemenperin mencatat peningkatan jumlah pemesanan hingga 140 persen untuk tipe kendaraan yang masuk kriteria.

Sehingga, Menperin menyampaikan, penerapan program yang sama bagi KBM-R4 dengan local purchase di atas 60 persen diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor otomotif, dengan peningkatan utilisasi kapasitas produksi pada batasan economic of scale produksi, serta pemulihan ekonomi nasional.

"Dari evaluasi, dapat dilihat bahwa program relaksasi PPnBM efektif untuk meningkatkan purchasing power dari masyarakat. Hal ini juga berdampak positif, karena dapat men-jumpstart perekonomian. Pulihnya produksi dan penjualan industri otomotif akan memiliki multiplier effect bagi sektor industri lainnya," ,” papar Agus.

Sebagai contoh, dia menambahkan, kendaraan model SUV telah menggunakan komponen lokal seperti body and chassis, dan komponen pelengkap antara lain velg, exhaust system, interior parts, dan sebagainya.

"Apabila model ini mendapatkan insentif, dampak ke industri komponen cukup besar," terang Menperin. (Tribunnews/Lita Febriani)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved