Breaking News:

Berita Sragen

Car Free Day dan Car Free Night di Sragen Kembali Akan Dibuka Awal April, Ini Ketentuannya

Car Free Day (CFD) di Kabupaten Sragen akan kembali diselenggarakan. Rencananya mulai awal April atau Minggu pertama (4/4/2021) mendatang

TribunJateng.com/Mahfira Putri
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika ditemui usai acara di Kaliwedi, Kecamatan Gondang 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Car Free Day (CFD) di Kabupaten Sragen akan kembali diselenggarakan. Rencananya mulai awal April atau Minggu pertama (4/4/2021) mendatang.

Selain CFD, pada Sabtu malam juga akan dilakukan Car Free Night.

Keduanya hanya akan menjual produk-produk UMKM yang sudah terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Sragen.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika meresmikan Waterboom Jambangan Permai, Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang.

"Konsepnya Car Free Day itu kita mempersilakan yang sudah masuk dalam paguyuban di koperasi untuk buka," kata Bupati Yuni usai acara.

Yuni mengatakan pihaknya masih terus mengkaji konsep yang dilakukan pada CFD nanti. Jika memungkinkan, kata Yuni akan dimulai pada Minggu depan atau minggu pertama di bulan April.

"Hanya makanan, produk-produk UMKM. Akan kita kumpulkan mereka untuk prokesnya, kemudian packaging makanannya," lanjut Yuni.

Pada CFD maupun CFN nanti tidak ada titik keramaian seperti senam, panggung, hingga tidak ada tontonan apapun.

"Car Free Night juga sama akan dilakukan malam minggunya. Kalau car free night sudah buka pasti paginya juga akan ada car free day," kata Yuni.

Terkait durasi, Yuni mengatakan hanya akan berlangsung selama dua jam dari pukul 06.00-08.00 sedangkan car free night akan rampung pukul 21.00 WIB.

Guna penegakkan protokol kesehatan, Yuni memastikan pihak kamanan pasti ada. Mulai dari kepolisian untuk mengatur lalulintas dan penerapan prokes ditingkat Kabupaten yakni Satpol-PP.

Yuni mengatakan tidak ada ketentuan khusus siapa yang akan datang ke CFD maupun CFN, terlebih anak-anak juga diperbolehkan datang.

"Kalau ada kerumunan nanti dipecah, kalau ada yang makan ditempat akan diminta bawa pulang. Konsepnya hanya membeli dan langsung dibawa pulang," katanya.

Kebijakan ini dikatakan diambil guna menggairahkan ekonomi para pedagang. Mengingat mereka sudah satu tahun tidak berjualan.

"Sudah tidak berjualan selama satu tahun, hawanya emosi ditakutkan arahnya akan ke kriminal. Jadi kita mulai kembali menggerakkan perekonomian," tandasnya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved