Berita Pendidikan
Dua SMP di Semarang Jadi Role Model Pembelajaran Tatap Muka, Pelajaran Berlangsung Hanya 3 Jam
Dua SMP akan menjadi uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Semarang pada awal April mendatang
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua SMP akan menjadi uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Semarang pada awal April mendatang.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menginformasikan ada empat sekolah yang akan menjadi uji coba PTM di Kota Semarang.
Empat sekolah tersebut yaitu SMAN 4 Semarang, SMKN 7 Semarang, MAN 1 Kota Semarang, dan SMPN 5 Semarang.
Namun demikian, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta tambahan satu SMP lagi yang menjadi percontohan PTM di Kota Semarang. Penambahan satu SMP tersebut yakni SMPN 2 Semarang.
"Saya minta tambahan satu lagi. Jadi, SMPN 5 dan SMPN 2. Mereka mempersiapkan diri untuk awal April," ucap Hendi, sapaannya, Jumat (26/3/2021).
Dia berharap dua SMP itu bisa menjadi role model atau percontohan dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah se-Kota Semarang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, saat ini dua SMP yang ditunjuk sebagai pilot project telah bersiap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat mulai dari penyediaan tempat cuci tangan, pengaturan jaga jarak, hingga pembatasan jam pelajaran.
"Biasanya SMP ada 32 siswa, berarti nanti 16 siswa. Nanti bisa diatur ganjil genap atau shift satu dan dua," paparnya.
Gunawan menuturkan, hal yang paling penting saat pembelajaran tatap muka yaitu pelajaran yang diberikan tidak lebih dari empat jam pelajaran. Satu jam pelajaran untuk SMP berlangsung selama 45 menit sehingga estimasi pembelajaran tatap muka hanya tiga jam tanpa waktu istirahat.
"Tidak ada istirahat. Kantin tidak boleh buka. Nanti tentu kami evaluasi selama dua pekan," ucapnya.
Dinas Pendidikan juga bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang mengenai pemberlakuan protokol kesehatan di transportasi umum lantaran cukup banyak siswa yang biasa menggunakan BRT Trans Semarang maupun angkutan umum.
"Tidak hanya dalam rangka PTM, Dishub sebenarnya telah menerapakan prokes di angkutan umum," ujarnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan, hingga saat ini masih ada 15-20 persen orang tua yang belum setuju pembelajaran tatap muka. Namun, hal itu tidak menjadi kendala. Pembelajaran tatap muka serentak akan dilakukan Juli mendatang.
"Masih ada 15-20 persen yang belum setuju. Tidak apa-apa. Siswa yang nanti ikut tatap muka hanya yang orang tuanya setuju. Siswa yang orang tuanya belum setuju tetep kami beri pembelajaran secara daring," jelasnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-siswa-smpn-2-selopampang-temanggung-mengikuti-simulasi-kbm-tatap-muk.jpg)