Khotbah Jumat
Khutbah Jumat Singkat Pesan Perdamaian Surat Al Hujarat
Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Pesan Perdamaian Surat Al Hujarat yang dikutip dari YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Semarang.
Penulis: Muhammad Khoiru Anas | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Berikut materi khutbah jumat singkat dengan tema Pesan Perdamaian Surat Al Hujarat.
Satu dari sekian amalan berpahala hari jumat ialah mendengarkan khutbah jumat.
Selain berpahala, mendengarkan khutbah jumat manfaatnya beragam.
Seperti meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Meraih Keutamaan Salat
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Keluarga Sakinah dan Kesalehan Sosial
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Implementasi Kesalihan Horizontal di Era Pandemi
Selengkapnya simak materi khutbah jumat singkat ini, yang dikutip dari Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrrahman, Simpanglima Semarang.
Materi khutbah jumat ini ditulis oleh Drs KH Ahmad Hadhor Ichsan selaku Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah & Pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlah Mangkang Kulon Semarang.
Khutbah I
الحمد لله الذى ارسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيدا
اشهد ان لااله الا الله وحده لاشريك له واشهد ان محمدا عبد ه ورسوله
اللهم صل على محمد وعلى اله واصحابه اجمعين اما بعد
فيا عبادالله اوصيكم ونفسى بتقوى الله وقال الله تعالى فى كتابه الكريم : يا ايها الذين امنوا اتقوالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون
وقال النبي صلى الله عليه وسلم : اتق الله حيثما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حس.
Jamaah Jumat Rahimakumullah.
Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah masih diperkenankan melaksanakan salat jumat bersama.
Semoga ibadah kita mendapatkan rida Allah SWT.
Selanjutnya mari kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Di dalam surat Al Hujurat, surat ke 49 yang diturunkan di Madinah banyak memberikan pelajaran kepada kita, bagaimana kita bisa hidup damai dalam keragaman.
Pertama, pada Surat Al Hujurat ayat 6, Allah berfırman yang berbunyi:
يا ايها الذين امنوا ان جاءكم فاسق بنباء فتبينوا ان تصيبوا قوما بجهالة فتصبحوا على مافعلتم نادمين
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."
Dalam ayat ini, Allah mewajibkan kepada kita untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi ketika kita menerima berita dari manapun.
Utamanya lewat media sosial.
Kita harus teliti, cermat, dan waspada manakala ada berita yang tidak jelas sumber-sumbernya.
Bilamana berita langsung kita share akan berpotensi menimbulkan fitnah.
Kita mesti saring sebelum sharing.
Kedua, pada ayat ke-9 Allah berfirman yang berbunyi:
وان طائفتان من المؤمنين اقتتلوا فاصلحوا بينهما فان بغت احداهما على الاخرى فقاتلوا التى تبغى حتى تقيء الى امر الله فان فاءت فأصلحوا بينهما بالعدل واقسطوا ان الله يحب المقسطين
"Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang, hendaklah kamu damaikan antara keduanya, tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil."
Jamaah Jumat Rahimakumullah.
Ayat tersebut merupakan perintah untuk mendamaikan perselisihan.
Perselisihan diantara sesama mukmin.
Tidak dapat dipungkiri bahwa perselisihan di antara sebagian manusia merupakan sebuah keniscayaan, yang apabila berkepanjangan maka akan menimbulkan permusuhan, dan membahayakan ukhuwah bainal muslimin, ukhuwah bainal indonesiyin, dan ukhuwah bainal Aadamiyyin.
Mendamaikan di sini harus bil 'adli (proporsional dan elegan), sehingga tidak ada yang merasa dirugukan, bahkan semua pihak merasa beruntung dengan perdamaian tersebut.
Ketiga, dalam ayat 10 Allah berfirman:
انما المؤمنون اخوة فاصلحوا بين اخويكم واتقوا الله لعلكم ترحمون
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat."
Dalam ayat ini, Allah menyatakan bahwa semua orang mukmin itu bersaudara. Maka di antara kita tidak boleh saling menyakiti, saling menzalimi, dan bahkan harus saling memaafkan.
Oleh karena itu, prinsip ukhuwah ini akan memperkuat islam dan muslimin.
Keempat, dalam ayat 11 Allah berfirman:
يا ايها الذين امنوا لايسخر قوم من قوم عسى ان يكونوا خيرا منهم ولانساء من نساء عسى ان يكن خيرا منهن ولا تلمزوا انفسكم ولا تنابزوا بالاءلقاب بئس الاسم الفسوق بعد الايمان ومن لم يتب فأولئك هم الظالمون
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan Iainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."
Jamaah Jumat Rahimakumullah.
Dalam ayat ini Allah mengingatkan kita untuk tidak saling mengolok-olok, tidak saling mencela, tidak saling memanggil dengan gelar atau sebutan yang tidak baik.
Seperti cebong, kampret, kadrun dan lain-lain.
Karena, itu semua dapat menyakitkan orang Iain.
Maka bagi kita yang sudah terlanjur melakukan hal-hal tersebut, segeralah berhenti dan bertaubat supaya kita tidak termasuk orang-orang yang zalim.
Kelima, Allah berfirman dalam ayat 12:
يا ايها الذين امنوا اجتنبوا كثيرا من الظن ان بعض الظن اثم ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضا ايحب احدكم ان يأكل لحم اخيه ميتا فكرهتموه واتقوا الله ان الله تواب رحيم
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk sangka itu dosa. Janganlah mencari-cari keburukan orang dan menggunjingkan satu sama Iain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Dalam ayat ini Allah mengingatkan kita untuk menjauhi sejauh-jauhnya prasangka, mengapa?
Karena prasangka itu menuduh atau menganggap tanpa bukti yang dapat menjerumuskan kita pada perbuatan yang tidak menyenangkan orang lain.
Allah juga mengingatkan dalam ayat tersebut untuk tidak mencari-cari kesalahan orang lain.
Kalau orang asyik mencari kesalahan orang lain, maka ia akan lupa dan buta terhadap kesalahannya sendiri.
Selanjutnya masih dalam ayat ini, Allah mengingatkan kita untuk tidak saling menggunjing (ghibah).
Dan perlu diketahui bahwa dosa ghibah itü sama dengan memakan bangkai teman sendiri.
Keenam, dalam ayat 13 Allah berfirman:
يا ايها الناس انا خلقناكم من ذكر وانثى وجعلنكم شعوبا وقبائل لتعارفوا ان اكرمكم عند الله اتقاكم ان الله عليم خبير
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu darı' seorang laki-laki dan seorang perenıpuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Ayat ini menyadarkan kita untuk memahami perbedaan.
Baik dari sisi jenis kelamin, suku, bangsa, dan lain sebagainya.
Perbedaan tersebut diciptakan Allah lita’aarofuu untuk saling mengenal, bahkan kalau boleh saya artikan, bahwa lita’arofuu itü saling pengertian, tidak sekedar mengenal.
Dan yang terpenting adalah bagaimana menjadikan diri kita menjadi orang yang bertakwa, karena yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.
Ketujuh, Allah berfirman dalam ayat ke 15:
انما المؤمنون الذين امنوا با لله ورسوله ثم لم يرتابو وجاهدوا با موالهم وانفسهم فى سبيل الله اولئك هم الصادقون
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah mereka itulah orang-orang yang benar."
Jamaah Jumat Rahimakumullah.
Ayat ini menerangkan bahwa di antara kewajiban orang beriman adalah berjihad dengan harta dan jiwa di jalan Allah.
Jihad tidak harus dengan berperang mengangkat senjata, melainkan jihad paling besar adalah jihad melawan hawa nafsu.
Seorang penyair berkata:
الجهاد في العصر الحديث ليس ان نموت فى سبيل الله ولكن كيف نحيا جميعا فى سبيل الله
"Jihad di era modern ini bukan berarti kita harus mati di jalan Allah, akan tetapi bagaimana kita bisa hidup bersama di jalan Allah."
Itulah pesan-pesan di dalam Surat Al Hujurat untuk perdamaian dan kenyamanan hidup bersama.
Kita sangat berharap, generasi milenial mampu menjadi generasi Al Hujurat, sehingga menjadi pelopor perdamaian.
Khutbah II
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايت والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم وقل رب اغفروارحم وانت خير الراحمين
Demikian materi khutbah jumat singkat, semoga bermanfaat. (amk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/khutbah-jumat-singkat-pesan-perdamaian-surat-al-hujarat.jpg)