Breaking News:

Pemesanan HR-V dan Brio RS Naik 80%, Dampak Relaksasi PPnBM

sejak diterapkannya insentif PPnBM atau dari tanggal 1-22 Maret terjadi peningkatan surat pemesanan kendaraan (SPK) yang masuk.

Editor: Vito
Istimewa
ilustrasi - Produk terbaru Honda, yakni New Honda Brio RS Urbanite Edition 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sebanyak empat mobil Honda yang dipasarkan PT Honda Prospect Motor (HPM) mendapat relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100 persen sejak 1 Maret 2021.

Keempat mobil yang masuk kriteria kapasitas mesin 1.500 cc dan kandungan lokal 70 persen itu adalah Honda Brio RS, Mobilio, BR-V, dan HR-V.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengatakan, sejak diterapkannya insentif PPnBM atau dari tanggal 1-22 Maret terjadi peningkatan surat pemesanan kendaraan (SPK) yang masuk.

"Kalau kami lihat sampai tanggal 22 Maret itu dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, total pemesanan seluruh mobil Honda meningkat sampai 50 persen. Khusus yang terkena relaksasi PPnBM, yakni Honda HR-V dan Brio RS meningkatnya sampai 80 persen lebih," katanya, saat jumpa pers virtual, Kamis (25/3).

Meski mengalami peningkatan pemesanan, Billy menuturkan, Honda juga mengalami sedikit tantangan. "Ada banyak tantangan sebetulnya, seperti bagaimana kami menyediakan unit dan suplai itu agar sesuai dengan kebutuhan konsumen," ujarnya.

"Karena permintaannya mendadak tinggi, dan kami perlu persiapan memenuhinya. Meski begitu, kami berharap tren (peningkatan penjualan-Red) ini akan tetap baik sampai bulan-bulan berikutnya," tambahnya.

Adapun, terkait dengan perluasan relaksasi PPnBM hingga kapasitas mesin 2.500 cc yang bakal berlaku 1 April mendatang, Billy menyatakan, keputusan tersebut sangat baik demi mempercepat pemulihan ekonomi melalui sektor industri.

"Jadi sekarang banyak model yang mendapatkan relaksasi. Maka kami rasa dampaknya akan semakin baik untuk pabrikan maupun pemasok komponen lokal seperti UMKM," tuturnya.

Meski demikian, ia belum memastikan apakah dua model Honda, yakni CR-V dan HR-V (1.8L) akan masuk dalam kriteria penerima perluasan relaksasi PPnBM itu. Insentif PPnBM itu diberikan untuk kendaraan dengan local purchase di atas 60 persen.

"Saat ini kami masih berkomunikasi dengan pemerintah untuk detil program ini, termasuk model apa saja yang masuk ke dalam kriterianya. Jadi belum bisa kami umumkan sekarang model apa saja yang bisa kita masukkan di dalamnya," jelasnya.

"Jadi mohon ditunggu dulu, pastinya sebelum tanggal 1 April pemerintah akan merilis lagi kriteria perluasan mobil apa saja yang bisa masuk di dalamnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan bahwa perluasan relaksasi PPnBM hingga 2.500 akan berlaku per 1 April 2021. Ada dua skema insentif PPnBM yang diberikan pemerintah, yakni kepada kendaraan 4x2 dan 4x4.

Skema pertama untuk kendaraan 4x2, adalah diskon PPnBM sebesar 50 persen, yang tadinya 20 persen menjadi 10 persen untuk tahap I (April-Agustus 2021). Lalu diskon sebesar 25 persen, yang tadinya 20 persen menjadi 15 persen untuk Tahap II (September-Desember 2021).

Sedangkan skema berikutnya untuk kendaraan 4x4 adalah diskon sebesar 25 persen, yang tadinya 40 persen menjadi 30 persen untuk Tahap I (April-Agustus 2021). Selanjutnya diskon sebesar 12,5 persen, yang tadinya 40 persen menjadi 35 persen untuk Tahap II (September-Desember 2021). (Tribunnews/Lita Febriani)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved