Breaking News:

Berita Semarang

Jateng Bukan Lagi Produsen Besar Terbesar, Bagaimana Sebetulnya Kondisi Pertanian Padi Saat Ini?

BPS pada 1 Maret 2021 merilis data produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Maret 2021 merilis data produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini mengalami kenaikan sebanyak 45,17 ribu ton atau 0,08 persen dibandingkan produksi 2019 .

Petani saat mengangkut hasil panen di lahan persawahan wilayah Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, Kamis (25/3/2021).
Petani saat mengangkut hasil panen di lahan persawahan wilayah Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, Kamis (25/3/2021). (TRIBUNJATENG/AGUS ISWADI)

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 sebesar 31,33 juta ton, mengalami kenaikan sebanyak 21,46 ribu ton atau meningkat 0,07 persen dibandingkan 2019.

Secara produksi, Provinsi Jawa Tengah bukan lagi produsen terbesar beras di negara ini. Provinsi Jawa Timur berhasil menggeser Jawa Tengah yang sebelumnya peringkat satu.

Provinsi Jawa Timur, dengan luas panen 1.754.380 hektare menghasilkan padi 9.944.538 ton GKG atau setara 5.712.597 ton beras. Sementara, Jateng dengan luas panen 1.666.931 hektare menghasilkan padi 9.489.165 ton GKG atau setara 5.428.721 ton beras.

Sedangkan pada jumlah produksi pada 2019, Jateng di peringkat pertama dengan luas panen 1.678.479 hektare menghasilkan padi 9.655.653 ton GKG atau setara 5.539.448 beras.

Data produksi padi pada 2020 yang dipegang BPS ternyata serupa yang ada di Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng.

"Pada 2020 produksi padi kami di angka 9,4 juta ton GKG dan jadi beras 5,4 juta ton. Pada 2020 ada target kenaikan menjadi 10,177 juta ton GKG atau setara beras 5,822 juta ton," kata Kepala Bidang Sarana Prasarana Distanbun Jateng, Tri Sulistiyono, Minggu (28/3/2021).

Terkait dengan daya dukung pertanian pada di Jateng saat ini, Tri menjelaskan untuk ketersediaan lahan atau sawah berdasarkan revisi Peraturan Daerah (Perda) 16 tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dimana, data kawasan pertanian berkelanjutan di Jateng di angka 1.025.255 hektare.

Jumlah itu terbagi dalam dua jenis lahan. Pertama lahan sawah atau pertanian pangan berkelanjutan sebanyak 881.476. Sedangkan sisanya merupakan lahan kering, tadah hujan, dan kurang produktif.

Untuk penyediaan benih unggul, pihaknya memiliki 33 kebun benih yang tersebar di beberapa wilayah di Jateng, semisal Solo, Banyumas, dan Semarang. Kebun benih ini berfungsi menghasilkan benih padi varietas unggul tertuama yang digunakan petani dalam rangka peningkatan produksi gabah atau padi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved