Karanganyar

Kisah Sumarjo yang Melayani Jasa Sewa Kuda Hingga Puncak Gunung Lawu Sejak Usia 20-an Tahun

Sumarjo terlihat mengenakan topi koboi hitam serta kaos hijau lengkap dengan rompi duduk menunggu wisatawan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rival al manaf

Penulis: Agus Iswadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sumarjo terlihat mengenakan topi koboi hitam serta kaos hijau lengkap dengan rompi duduk menunggu wisatawan yang hendak menyewa kudanya di sekitar Bundaran HI Cicoa Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah, Sabtu (27/3/2021).

Warga Kelurahan Blumbang itu telah melayani jasa sewa kuda tunggangan sejak muda.

Selain melayani para wisatawan yang hendak keliling sekitaran Grojogan Sewu dan sekitarnya, laki-laki itu juga melayani jasa sewa kuda hingga puncak Gunung Lawu dengan ketinggian sekitar 3.265 Mdpl.

Dia telah melayani jasa sewa kuda tunggangan hingga puncak Gunung Lawu sejak usia 20-an tahun.

Baca juga: Seorang WNI yang Akan Bunuh Mahathir Mohamad Ditangkap Polisi Malaysia

Baca juga: Peruntungan Shio Hari Ini Minggu 28 Maret 2021

Baca juga: Jelang Persib Bandung vs Persita, Ezra Walian Diragukan Tampil Begitu Juga Beckham dan Dedi

Baca juga: Daftar Formasi yang Paling Banyak Dibutuhkan di CPNS 2021, Lengkap dengan Link Pendaftaran

Awal mula harga sewa satu kuda sekitar Rp 1,5 juta.

"Awalnya diajak teman. Ada yang mencari kuda untuk dibawa ke puncak. Kan jarang ada yang berani. Saya berani ke sana (gunung), terus terang rawan."

"Tanjakan dan jurang. Tidak sembarangan orang berani ke sana. Kalau mental dan nyalinya tidak besar, tidak berani ke sana," kata laki-laki usai 46 tahun itu kepada Tribunjateng.com.

Semula Pak Marjo sapaan akrabnya memberanikan diri menyewakan kuda tunggangan hingga puncak gunung lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

"Terus terang kalau tidak butuh uang banyak tidak mungkin ke sana," ucapnya sambil terkekeh.

Dia bersama tamu atau penyewa serta kuda tunggangannya biasa naik ke Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Kandang.

Dalam kondisi normal dari basecamp hingga puncak gunung dapat ditempuh sekitar 7-8 jam perjalanan. Sesampainya di puncak, biasanya menginap semalam terlebih dahulu dan turun keesokan harinya.

Pak Marjo menuturkan, tidak ada persiapan khusus sebelum kuda naik ke gunung. Hanya saja sebelum naik ke gunung, tentu kondisi kuda dan fisiknya harus terjaga. Selain itu kuda yang akan naik ke gunung usianya harus muda, paling tidak di bawah 15 tahun.

"Kuda dikasih makan banyak dan obat biar kuat. Diistirahatkan sehari sudah cukup. Saya kalau besok berangkat, malamnya istirahat dulu," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved