Breaking News:

Pembantaian, 114 Demonstran Myanmar Termasuk Anak-anak Tewas dalam Sehari

Kejadian Sabtu kemarin ini membuat jumlah orang yang terbunuh di Myanmar sejak kudeta 1 Februari lalu menjadi lebih dari 400 orang.

Editor: Vito
via Tribunnews
Demonstran di seluruh Myanmar menggelar aksi menyalakan lilin pada Rabu (24/3/2021) malam. 

Pejabat PBB dan pemerintah barat mengecam kekerasan tersebut. Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab mengeluarkan pernyataan yang mengatakan: "Pembunuhan warga sipil tak bersenjata hari ini (Sabtu-Red), termasuk anak-anak, menandai titik terendah baru."

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, menuding pembunuhan itu menunjukkan bahwa pemerintahan junta militer Myanmar akan mengorbankan nyawa masyarakat demi kepentingan segelitir orang. Ia juga menyebut hal itu sebagai kengerian.

Adapun, utusan khusus Uni Eropa untuk Myanmar menyatakan, Sabtu kemarin, yang diperingati sebagai Hari Angkatan Bersenjata, akan terukir menjadi hari penuh teror dan aib. (bbc/cnn)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved