Breaking News:

Berita Blora

Panen Padi SRI Organik di Blora Hasilnya Lebih Melimpah

Penanaman padi menggunakan metode system of rice intensification (SRI) organik mampu menghasilkan panen yang lebih banyak

Istimewa
panen padi SRI organik di Blora 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Penanaman padi menggunakan metode system of rice intensification (SRI) organik mampu menghasilkan panen yang lebih banyak. Per hektare lahan pertanian mampu menghasilkan 9,3 ton.

Metode SRI organik yang sudah berlangsung di Blora berada di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban. Program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. 

"Hasil tersebut terhitung menggembirakan karena menurut data dari tim Aliksa secara umum produksi tertinggi 8,4 ton per hektare," ujar CSR Staff Pertamina EP Asset 4 Cepu Field, Kautsar Restu Yuda, Senin (29/3/2021).

Dalam penanganan program tersebut, Pertamina menggandeng Aliksa. Dalam keterangannya direkturnya, Alik Sutaryat, mengatakan, produktivitas panen padi dengan metoda SRI Organik secara umum antara 6,3 hingga 8,4 ton per hektare.

"Sebegai perbandingan produktivitas padi konvensional terendah 4,5 ton per hektare, sementara tertinggi 5,8 ton per hektare," ujar Alik.

Keunggulan beras yang dipanen dari program SRI Organik tidak hanya dalam aspek produktivitas, melainkan juga harga jual.

"Harga beras SRI Organik rata-rata Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan beras konvensional hanya Rp 10.000 per kilogram," ujar Alik.

Jika dihitung pendapatan per hektare dalam satu musim tanam, maka petani SRI Organik memperoleh penghasilan 32.800.000 per hektare. Sementara itu untuk petani konvensional hanya seperempatnya atau Rp 8.200.000 per hektare. 

Selain dari aspek keberhasilan produktivitas dan pendapatan, program ini juga berkembang secara luasan lahan.

"Mulai dari 2,6 hektare saat panen perdana menjadi 13,36 hektare pada awal 2021. Bersama rekan-rekan Aliksa, kami menargetkan luasan lahan kelompok mencapai 20 hektare," tambah Restu. 

Restu berharap ketertarikan para petani di wilayah lain bertambah. Untuk saat ini program tersebut sudah meluas dari Desa Bajo ke desa-desa sekitar di Kecamatan Kedungtuban dan diharapkan bisa menjangkau kecamatan lain, khususbya ring satu perusahaan. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved