Breaking News:

Berita Karanganyar

Polres Karanganyar Perketat Pengamanan di Gereja Jelang Paskah, Ratusan Personel Siap Diterjunkan

"Itu tiga gereja yang jemaatnya banyak. Sekitar 200-300 orang. Yang lain sekitar 30 orang. Yang jemaat banyak diperbanyak personelnya," ucapnya

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Gereja Santo Pius X Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Polres Karanganyar memperketat pengamanan di semua gereja menjelang perayaan Paskah yang dimulai pada pekan depan menyusul terjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan pada Minggu kemarin.

Kabag Ops Polres Karanganyar, Kompol Budiarto menyampaikan, pasca kejadian itu pengamanan di sekitar gereja yang ada di Kabupaten Karanganyar dilipatgandakan. 

"Biasanya sebelum kejadian, setiap ada kegiatan di gereja ada pengamanan. Setelah kejadian itu otomatis dilipatgandakan pengaman dan juga dilakukan patroli. Kalau kemarin 2-3 orang kita tambah dan melibatkan ormas," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (29/3/2021). 

Pengamanan ditingkatkan menjelang perayaan Paskah yang mulai dilaksanakan pada pekan depan. Dengan langkah tersebut, lanjut Kompol Budiarto, diharapkan bom bunuh diri yang terjadi di Makassar tidak terjadi di wilayah Kabupaten Karanganyar.

Dia menuturkan, di wilayah Karanganyar ada tiga gereja yang memiliki jemaat yang cukup banyak seperti di Santo Pius X Karanganyar, gereja di Ngringo Kecamatan Jaten dan gereja di Kecamatan Jumapolo. 

"Itu tiga gereja yang jemaatnya banyak. Sekitar 200-300 orang. Yang lain sekitar 30 orang. Yang jemaat banyak diperbanyak personelnya," ucapnya. 

Dalam pengamanan gereja, total ada 400-500 personel yang diterjunkan menjelang perayaan Paskah. Di setiap kecamatan yang ada di Karanganyar tidak hanya ada 1 gereja, bahkan ada 3-5 gereja.

Kabag Ops Polres Karanganyar mengungkapkan, masing-masing gereja akan ditempatkan personel baik itu dari Polsek setempat maupun Polres Karanganyar.  

Di sisi lain, kepolisian tetap menyarankan kegiatan digelar secara daring apabila serangkaian kegiatan ibadah dalam perayaan Paskah memungkinkan digelar secara daring.

"Kita menyarankan dari dulu kegiatan secara daring tapi memang ada kegiatan yang mengharuskan jemaat hadir. Kita tidak bisa menolak. Kita cuma menekan jumlahnya supaya tidak terlalu banyak. Karena pandemi bisa dibatasi jumlahnya," pungkas Kompol Budiarto. (Ais).

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved